AP2T dan KP2H Minta Perhatian DPRD Kota Pematangsiantar

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pasar Horas Kota Pematangsiantar

Foto: Pasar Horas Kota Pematangsiantar

BERITA PEMATANGSIANTAR – Menyambut HUT Kota Pematangsiantar ke-154 tahun, AP2T dan KP2H Kota Pematangsiantar meminta wakil rakyat yaitu DPRD mempertimbangkan dana pembangunan senilai Rp7 miliar dialihkan untuk membangun Gedung IV Pasar Horas yang terbakar.

Hal itu, dikatakan, Ketua Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T), Baringin Panjaitan saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon selullarnya, Kamis (24/4/2025)

“Sejak terbakarnya Pasar Horas pada Minggu 22 September 2024 kami para pedagang tetap bertahan berjualan di kios darurat. Walau hujan, panas terik kami tetap tegar mencari nafkah untuk keluarga dan memenuhi kebutuhan warga Pematangsiantar,” kata Baringin.

Sebagai Ketua AP2T, lanjut Baringin, mereka para pedagang minta maaf kepada seluruh masyarakat Siantar serta para pengguna jalan karena setengah jalan dipakai untuk berjualan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Bertepatan jelang HUT ke-154 ini, menurut kami momen yang tepat untuk menyampaikan aspirasi untuk didengar dan dipertimbangkan DPRD. Rasanya udah terlalu lama kondisi memprihatinkan ini dirasakan para pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) Kota Pematangsiantar, Agus Butar-Butar menyatakan, saat ini Gedung DPRD Kota Pematangsiantar kondisinya masih bagus dan bisa digunakan.

“Gedung DPRD menurut penilaian kami masih bagus dan bisa digunakan. Kami berharap kepada wakil rakyat mau menunjukkan kepeduliannya kepada warga Pematangsiantar,” ujarnya.

Khususnya, tambah Agus, para pedagang di Gedung IV Pasar Horas yaitu dengan mengalihkan dana pembangunan senilai Rp7 miliar untuk membangun Gedung IV Pasar Horas yang terbakar.

“Semua kondisi dan keadaan pasti berdampak pada semua masyarakat di Pematangsiantar ini,” pungkas Agus. (M. Siregar)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB