BERITA PEMATANGSIANTAR – Menyambut HUT Kota Pematangsiantar ke-154 tahun, AP2T dan KP2H Kota Pematangsiantar meminta wakil rakyat yaitu DPRD mempertimbangkan dana pembangunan senilai Rp7 miliar dialihkan untuk membangun Gedung IV Pasar Horas yang terbakar.
Hal itu, dikatakan, Ketua Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T), Baringin Panjaitan saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon selullarnya, Kamis (24/4/2025)
“Sejak terbakarnya Pasar Horas pada Minggu 22 September 2024 kami para pedagang tetap bertahan berjualan di kios darurat. Walau hujan, panas terik kami tetap tegar mencari nafkah untuk keluarga dan memenuhi kebutuhan warga Pematangsiantar,” kata Baringin.
Sebagai Ketua AP2T, lanjut Baringin, mereka para pedagang minta maaf kepada seluruh masyarakat Siantar serta para pengguna jalan karena setengah jalan dipakai untuk berjualan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
“Bertepatan jelang HUT ke-154 ini, menurut kami momen yang tepat untuk menyampaikan aspirasi untuk didengar dan dipertimbangkan DPRD. Rasanya udah terlalu lama kondisi memprihatinkan ini dirasakan para pedagang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) Kota Pematangsiantar, Agus Butar-Butar menyatakan, saat ini Gedung DPRD Kota Pematangsiantar kondisinya masih bagus dan bisa digunakan.
“Gedung DPRD menurut penilaian kami masih bagus dan bisa digunakan. Kami berharap kepada wakil rakyat mau menunjukkan kepeduliannya kepada warga Pematangsiantar,” ujarnya.
Khususnya, tambah Agus, para pedagang di Gedung IV Pasar Horas yaitu dengan mengalihkan dana pembangunan senilai Rp7 miliar untuk membangun Gedung IV Pasar Horas yang terbakar.
“Semua kondisi dan keadaan pasti berdampak pada semua masyarakat di Pematangsiantar ini,” pungkas Agus. (M. Siregar)






