Bawaslu RI Bungkam, Timses Jokowi Lolos 10 Besar Bawaslu Jakarta Pusat

- Jurnalis

Selasa, 8 Agustus 2023 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bawaslu

Ilustrasi Bawaslu

BERITA JAKARTA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja dan Komisioner Bawaslu, Lolly Suhenty bungkam saat dikaitkan dengan lolosnya pecatan ASN, Christian Nelson Pangkey di 10 besar seleksi Bawaslu, Jakarta Pusat.

Diduga Bagja dan Lolly membantu meloloskan Christian Nelson Pangkey agar bisa masuk 10 besar seleksi Bawaslu, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, Bagja dan Lolly bungkam saat wartawan meminta penjelasan controlling Bawaslu. Karena temuan Jakarta Election Watch (JEW) yang terbaru menemukan fakta bahwa pecatan ASN itu juga adalah Tim Sukses Jokowi.

Bagja dan Lolly hingga rilis diterbitkan belum memberikan jawaban. Keduanya sudah berupaya dikonfirmasi dari minggu malam.

Diberitakan sebelumnya, Jakarta Election Watch (JEW) kembali menemukan fakta bahwa salah satu calon Bawaslu Jakarta pusat tergabung dalam relawan Jokowi, Christian Nelson Pangkey yang sebelumnya diketahui adalah pecatan ASN.

“Temuan itu sangat disayangkan mengingat Bawaslu dan atau calon Bawaslu harus netral dan tidak terlibat mendukung atau mengusung calon pada Pemilu,” kata Koordinator JEW, Wahyu Ramdhani kepada Matafakta.com, Senin (7/8/2023).

Dalam data yang dihimpun JEW, Christian Nelson Pangkey adalah Ketua Barikade 98 DPW Sulawesi Utara yang merupakan kelompok relawan Jokowi-Maruf Amin. Nelson Pangkey telah dilantik pada 2021.

Wahyu menyayangkan jika dalam rekruitmen Bawaslu yang saat ini telah mencapai 10 besar, ada calon yang berkepentingan politik. Wahyu menduga ada unsur kesengajaan dari pihak Bawaslu untuk membiarkan lolosnya Christian Nelson Pangkey.

Sebelumnya, para aktivis Pemilu dengan nama besar seperti Perludem, Formappi dan JPPR juga menyayangkan lolosnya orang-orang dengan rekam jejak integritas yang kurang baik.

“Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa proses seleksi ini terkadang bersifat politik keormasan. Seolah ada jatah-jatahan untuk ormas sebagai penyelenggara Pemilu, bahkan dimulai dari Timselnya juga,” ujar Koordinator Perludem, Ninis.

Sedangkan peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus juga memberikan komentarnya.

“Jadi ada semacam desain untuk melemahkan posisi penyelenggara untuk kepentingan memengaruhi proses dan hasil Pemilu 2024 mendatang,” pungkasnya. (Indra)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:29 WIB

AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB