Ini Keuntungan Petani dan Pemda Bekasi Jika Ada BUMD Pertanian

- Jurnalis

Minggu, 5 Juni 2022 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua KADIN Kabupaten Bekasi: Nasep Iskandar (Bung Ken)

Wakil Ketua KADIN Kabupaten Bekasi: Nasep Iskandar (Bung Ken)

BERITA BEKASI – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Nasep Iskandar menjelaskan tentang keuntungan Pemerintah Daerah (Pemda) dan petani jika ada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)-Pertamian.

Dengan begitu, kata Bung Ken sapaan akrab Nasep Iskandar, maka Pemerintah Daerah mengamankan pangan daerah yang berkwalitas serta dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dengan menstabilkan harga gabah.

“Jadi sudah tidak ada tekanan harga petani dari oknum perkulakan atau praktek percaloan gabah yang marak pada sistem jual beli bahan pangan mentah,” kata Bung Ken, Sabtu (4/6/2022) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BUMD Pertanian juga sambung Nasep, tentunya dapat bekerja sama dengan desa-desa terkait pengelolaan lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang diperkirakan hampir lebih 1000 hektar dengan cara sewa atau bagi hasil pada desa-desa yang dimaksud.

“Kemungkinan harga sewa perhektar 10 juta pertahun dengan asumsi panen maksimal 6 – 7 ton gabah kering siap giling. Bukankah ini bisa menjadi salah satu alternatif yang sangat memungkinkan bisa dikelola atau dikerjasamakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Asset Sitaan KSP Indosurya Raib, Dirtipideksus Disomasi Para Korban

Untuk kebutuhan pupuk, pestisida dengan luas area di Kabupaten Bekasi yang masih ditanami yang diperkirakan masih seluas 48.604 hektar jika saja dibutuhkan bisa dipasok BUMD Pertanian, kita bisa bayangkan andai 1 hektar membutuhkan 500 kilogram urea diluar pestisida.

“Maka, akan ada 20.000 ton pupuk yang bisa di pasok permusim dengan tanpa keraguan petani akan adanya pupuk palsu dan pestisida yang mungkin bisa saja beredar di pasaran,” jelas Bung Ken

Masih kata Bung Ken, penyediaan bibit tanaman bersertifikat untuk padi dan jagung atau lainya misalnya, tentu dapat diusahakan dengan merk-merk unggulan Bekasi dengan cara bekerjasama dengan balai benih.

“Maka dengan demikian Bekasi bisa saja memiliki merk bibit unggulan daerah yang bisa di tularkan pada daerah-daerah lain atau di jual di samping untuk memenuhi kebutuhan bibit pangan daerah dengan mutu terjamin,” ujarnya.

Bung Ken juga memaparkan akan peluang yang lebih besar dan masih terbuka lebar di Kabupaten Bekasi dengan cara BUMD Pertanian dapat membuat heller atau pengilingan padi modern seperti halnya PT. IBU Indo Beras Unggul (IIBU) yang hari ini sudah tutup, tentu BUMD Pertanian bisa saja buat semacam itu kelak.

Baca Juga :  KEMAH Indonesia Tebar Spanduk Dukung Pengaturan Perdagangan Karbon

“Dengan demikian, maka beras-beras yang di produksi tentu bukan kwalitas sembarangan dan saya berpikir bisa saja dalam satu hari dapat memproduksi beras dengan kualitas premiun 100 ton pehari yang siap masuk pada pasar Foodstation, bantuan pangan Pemerintah Daerah atau program sosial Pemerintah Pusat serta masuk pada pasar kebutuhan Industri,” jelasnya.

“Apakah ini bukan peluang yang sangat menguntungkan bagi daerah. DKI Jakarta saja punya BUMD terkait pangan sekalipun tidak memiliki area persawahan,” tambah Bung Ken

Bung Ken pun berharap selaku Wakil Ketua KADIN Kabupaten Bekasi agar Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dapat membaca serta memaksimalkan peluang-peluang ini untuk dapat dieksekusi.

“Sebab ini akan menjadi pemasukan pada APBD dengan maksimal disamping tugas khususnya sebagai pengamanan pangan daerah dan mensejahterakan para petani,” pungkasnya. (Mul)

Berita Terkait

PK Sengketa Merek, Ratusan Karyawan Polo Ralph Lauren Kembali Geruduk MA
Quotient TV: Buruh PT. SKB di Sumsel Ditangkap Tanpa Surat Penahanan
TEAM GARUDA-08 Bekasi Raya Kecam Rocky Gerung Hina Prabowo
Alvin Lim: Penangkapan Buruh Perkebunan Sawit PT. SKB Sumsel Kriminalisasi!
Warga Perumahan Grand Tarumaja Gugat Developer, BUMN Hingga Presiden
Asset Sitaan KSP Indosurya Raib, Dirtipideksus Disomasi Para Korban
Kasus Tambang, KSST Gelar Dialog “Korupsi Sambil Berantas Korupsi”
Tanggapi Pernyataan Ahok Soal Pajak, Alvin Lim: Jago Kritik Tanpa Solusi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:40 WIB

PK Sengketa Merek, Ratusan Karyawan Polo Ralph Lauren Kembali Geruduk MA

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:12 WIB

Quotient TV: Buruh PT. SKB di Sumsel Ditangkap Tanpa Surat Penahanan

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:40 WIB

TEAM GARUDA-08 Bekasi Raya Kecam Rocky Gerung Hina Prabowo

Jumat, 17 Mei 2024 - 12:21 WIB

Warga Perumahan Grand Tarumaja Gugat Developer, BUMN Hingga Presiden

Kamis, 16 Mei 2024 - 23:22 WIB

Asset Sitaan KSP Indosurya Raib, Dirtipideksus Disomasi Para Korban

Kamis, 16 Mei 2024 - 08:26 WIB

Kasus Tambang, KSST Gelar Dialog “Korupsi Sambil Berantas Korupsi”

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:05 WIB

Tanggapi Pernyataan Ahok Soal Pajak, Alvin Lim: Jago Kritik Tanpa Solusi

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:55 WIB

Tak Kenal Lelah, Karyawan Polo Ralph Lauren Terus Cari Keadilan ke MA

Berita Terbaru

Podcats Quotient TV Bersama Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Quotient TV: Buruh PT. SKB di Sumsel Ditangkap Tanpa Surat Penahanan

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:12 WIB

Forum Wartawan dan LSM Nasrani Bekasi Raya

Seputar Bekasi

Polres Kabupaten Bekasi Didesak Usut Pengancaman Keluarga Pirlen Sirait

Minggu, 19 Mei 2024 - 17:52 WIB

Foto: Agus Budiono (Dewan Pembina TEAM GARUDA-08, Bekasi Raya

Berita Utama

TEAM GARUDA-08 Bekasi Raya Kecam Rocky Gerung Hina Prabowo

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:40 WIB

SDN 02 Kebalen

Seputar Bekasi

Pasca Pemberitaan Proyek Conblock SDN 02 Kebalen Dadakan Pasang Plang

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:13 WIB