BERITA BEKASI – Viralnya pemberitaan di media online dan media social seorang atlet renang asal Kabupaten Bekasi mengadu secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), karena bonus prestasinya pada ajang POPNAS dan POPDA belum cair.
Peristiwa itu terjadi saat KDM menghadiri acara pengenalan Kampus dan memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor pada, Senin 10 Agustus 2026 lalu.
Atlet muda tersebut mengaku telah menandatangani dokumen pencairan bonus sebesar Rp30 juta sejak bulan Maret 2026, namun dana tersebut tak kunjung diterima. Padahal, sangat dibutuhkan untuk biaya kuliah dan adanya dugaan potongan sekitar 10 persen.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, terkait anggaran bonus tersebut sudah ada di Kabupaten Bekasi.
“Masih ada di Kas Daerah. Jadi belum ada pencarian terhadap kegiatan bonus-bonus tersebut. Adapun bonus yang ada saat ini kondisinya berbeda dengan tahun sebelumnya dampak dari efisiensi. Meski begitu, tetap kami akan anggarkan,” terangnya, Kamis (13/8/2026).
Bahkan, kata Iman, pihaknya sudah menyampaikan permohonan untuk persetujuan bonus para atlet tersebut pada bulan April 2026 dan sudah mendapatkan disposisi untuk persetujuan nilai angka di bulan Juli 2026.
“Itu untuk tiga event yakni, event Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) dan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA). Untuk FORNAS dan PEPARDA yang mewakili Jawa Barat, sudah mendapatkan bonus dari Jawa Barat,” tuturnya.
Meski begitu, pihaknya juga tidak menutup mata, karena memang dari dulu atlet-atlet Kabupaten Bekasi baik itu yang mewakili Kabupaten Bekasi dan mewakili Jawa Barat bahkan tingkat Nasional pun, Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mengapresiasi dalam bentuk bonus untuk atlet.
“Untuk nilai yang di FORNAS dan PEPARDA masih kita diskusikan lagi di tingkat tim anggaran, sehingga semua lima event ini bisa kita berikan secara serempak. Mudah-mudahan anggaran ini semuanya bisa tersedia dianggaran perubahan di 2026. Itu harapan dari kami,” ucapnya.
Sehingga, sambung Iman, kelima event ini Insyaallah ketika sudah pengesahan anggaran dan sudah ada Surat Keputusan atau SK Bupati bonus akan kami terbitkan dan keluarkan.
“Kami sudah sering mengeluarkan bonus atlet pada tahun 2023 untuk PORPROV dan disitu kita menjadi juara umum. Event di 2023 kami juga mengeluarkan bonus untuk PEPARDA yang menjadi juara umum juga di Jawa Barat,” ungkapnya.
Untuk itu, tambah Iman, tidak ada satu rupiah pun bonus para atlit dipotong. Semua diberikan langsung ke masing-masing atlit melalui nomor rekeningnya tidak seperti narasi yang kemarin disampaikan salah satu atlet yang sempat viral tersebut.
“Kami luruskan bahwa kami tidak pernah satu rupiah pun bonus atlet kami potong. Kami sebagai Dinas terkait dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, tidak pernah memotong bonus atlet tersebut,” pungkas Iman. (Bray)






