BERITA SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisiplin “Edukasi Gizi Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Jambanan” pada 3 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Jambanan ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas kader PKK, kader Posyandu, serta masyarakat umum.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak dalam upaya mencegah gizi buruk dan stunting.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan, Desa Jambanan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Oleh karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi anak menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN dari berbagai program studi berkontribusi melalui pendekatan multidisiplin sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Materi yang diberikan kepada peserta antara lain berkaitan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta berbagai edukasi pendukung mengenai pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Untuk membantu masyarakat memahami informasi yang diberikan, kegiatan juga didukung dengan media edukasi berupa leaflet dan poster.
Tidak hanya membahas aspek kesehatan, program ini juga melihat pemenuhan gizi dari sisi pengelolaan keuangan keluarga.
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan turut berkontribusi dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan anggaran rumah tangga kepada peserta secara individu.
Edukasi tersebut diberikan dengan menghubungkan perencanaan keuangan keluarga dengan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyusun anggaran belanja, menentukan prioritas kebutuhan gizi, serta memilih bahan makanan bergizi dengan biaya yang terjangkau.
Pendekatan ini menekankan bahwa pemenuhan gizi keluarga tidak selalu harus dilakukan dengan pengeluaran yang besar.
Dengan perencanaan anggaran yang baik, keluarga dapat menentukan prioritas pengeluaran dan mengalokasikan dana secara lebih bijak untuk kebutuhan pangan bergizi.
Pemilihan bahan makanan yang memiliki nilai gizi baik dan sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam perencanaan tersebut.
Edukasi secara individu dilakukan agar materi pengelolaan anggaran dapat disampaikan secara lebih dekat dengan kondisi masing-masing peserta.
Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana aspek keuangan keluarga dapat dikelola untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut.
Melalui kolaborasi berbagai bidang keilmuan, program “Edukasi Gizi Anak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Jambanan” diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting memerlukan perhatian dari berbagai aspek.
Pemenuhan gizi yang baik perlu didukung oleh pengetahuan kesehatan sekaligus kemampuan keluarga dalam merencanakan dan mengelola sumber daya yang dimiliki.
Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan gizi buruk dan stunting
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Jambanan, khususnya para ibu dan kader, diharapkan dapat menerapkan perencanaan konsumsi pangan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan gizi dan kondisi ekonomi keluarga.
Edukasi yang menggabungkan aspek kesehatan dan pengelolaan keuangan diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan gizi buruk dan stunting di tingkat keluarga secara lebih terencana dan berkelanjutan. (Alin)






