Abu dan Bau Busuk 24 Jam, Diduga PT. Dolok Seribu Cemari Lingkungan

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT. Dolok Seribu

PT. Dolok Seribu

BERITA SIMALUNGUN – Warga Dusun Huta I, Nagori Bahal Batu, Kecamatan Hutabayuraya, Kabupaten Simalungun, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Dolok Seribu.

Asap, abu dan aroma menyengat yang disebut muncul hampir sepanjang hari dinilai telah mengganggu kesehatan serta kenyamanan masyarakat.

Kepada Matafakta.com, warga Huta I, Muslim Purba (50) mengatakan, jika serbuk hitam dari cerobong pabrik hampir setiap hari menutupi halaman hingga masuk ke dalam rumahnya.

Keadaan itu, kata Muslim membuat dirinya serta warga lain harus terus membersihkan rumah. Tak hanya itu, asap yang diduga berasal dari aktivitas pabrik tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga.

“Setiap hari kami menyapu, tetapi tetap kotor lagi. Abu dari cerobong masuk ke rumah. Asapnya juga membuat anak-anak sering batuk dan sesak napas,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang mengaku sejak pabrik beroperasi, bau tak sedap yang diduga berasal dari proses produksi maupun limbah kerap tercium dari pagi hingga malam hari.

Selain polusi udara, warga juga mengkhawatirkan potensi pencemaran Sungai Bahbolon yang selama ini menjadi sumber air dan lokasi mencari ikan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau sungai itu tercemar, kami mau mendapatkan air bersih dan mencari ikan di mana?,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PT. Dolok Seribu belum memberikan keterangan, terkait keluhan warga mengenai emisi, abu, aroma menyengat, maupun dugaan pencemaran lingkungan.

Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun, segera melakukan inspeksi lapangan, pengujian kualitas udara, pemeriksaan emisi cerobong serta audit pengelolaan limbah untuk memastikan aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.

Warga menegaskan mereka tidak menolak investasi maupun pembangunan. Namun, mereka berharap aktivitas industri tetap mengutamakan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat untuk memperoleh udara bersih serta lingkungan yang sehat. (M. Siregar)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB