Warga Bosar Maligas Sumut Resah Peredaran Narkoba Semakin Parah

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BERITA SUMUT – Keresahan warga Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), sudah diambang batas.

Pasalnya, dugaan peredaran narkoba jenis sabu, bukan lagi sekedar rumor bahkan korban paling nyata mulai menyasar anak di bawah umur.

Berdasarkan informasi lapangan, tiga pria berinisial NOK, MIND dan BU diduga jadi pengendali jaringan narkoba jenis sabu di wilayah tersebut.

Kepada Matafakta.com, sumber mengungkapkan, transaksi barang haram disebut berlangsung dirumah kosong di Kampung Tempel dan dibelakang rumah inisial YSF yang disebut-sebut sebagai bos besar dari Nok, Mind dan BU.

“Banyak pembeli sabu keluar masuk. Bahkan anak di bawah umur juga terlihat membawa klip plastik yang diduga narkoba,” kata sumber yang minta namanya dirahasiakan, Senin (6/7/2026).

“Kami takut generasi muda di Kampung ini hancur. Kalau aparat terus lambat, maka Bosar Maligas resmi menyumbang satu titik hitam baru untuk peta narkoba di Simalungun,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata narasumber yang berbeda seorang ibu rumah tangga dilokasi yang sama mengaku, sangat khawatir dampaknya tidak hanya anak sekolah, tapi merembet ke ketahanan rumah tangga warga.

“Kami para kaum ibu- ibu sangat prihatin, ini bisa membuat kehancuran rumah tangga. Jika dibiarkan maka generasi yang harusnya dibangku sekolah kini dijejali racun yang menghancurkan masa depan mereka,” tuturnya.

“Kami resah Lingkungan yang dulu tenang kini berubah jadi ruang penuh ketakutan. Setiap hari rasanya was was,” tambah sumber mengeluhkan.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Charles Hartono Nababan hingga berita ini diturunkan belum membaca pesan WhatsApp meski statusnya sudah centang dua.

Sumber berujar, pantauan dilapangan penjualan sabu “laris manis” tanpa gangguan seperti jualan kacang goreng.

“Kalau aparat terus diam, Bosar Maligas akan tercatat sebagai zona merah baru narkoba di Simalungun. Korbannya anak-anak yang masa depannya dicuri sebelum sempat bermimpi,” pungkas sumber. (Tim)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB