Bau Menyengat TPA Cikundul Kota Sukabumi Ganggu Aktivitas Warga

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Photo: TPA Cikundul Kota Sukabumi

Teks Photo: TPA Cikundul Kota Sukabumi

BERITA SUKABUMI – Kondisi sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menuai keluhan masyarakat dan sorotan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi.

Tumpukan sampah yang terus meningkat disebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami sesak napas yang diduga akibat dampak lingkungan dari kondisi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, mengakui bahwa kondisi bau menyengat di kawasan TPA memang terjadi. Namun, pihaknya masih akan memastikan terkait laporan warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Ya betul, kondisi di TPA Cikundul memang bau menyengat. Untuk yang mengalami sesak napas, nanti akan kami cek dan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” terang Ayi kepada awak media, Senin (27/4/2026).

Dalam waktu dekat, DLH bersama Dinas Kesehatan akan turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab utama keluhan warga, apakah murni berasal dari bau sampah atau faktor lain.

“Kami akan datang langsung ke wilayah terdampak untuk memeriksa kondisi sebenarnya dan mencari tahu penyebabnya,” jelasnya.

Sebagai upaya penanganan, DLH akan menerapkan metode pengelolaan landfill atau pengurugan tanah untuk mengurangi bau dan mencegah sistem open dumping. Sampah yang telah diratakan akan ditutup dengan tanah secara berkala setiap tujuh hari.

“Setiap tujuh hari sampah diratakan lalu ditutup tanah agar tidak menimbulkan bau. Kemarin kendalanya karena hujan terus, jadi tanahnya lengket,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB