BERITA SUKABUMI – Kondisi sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menuai keluhan masyarakat dan sorotan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi.
Tumpukan sampah yang terus meningkat disebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami sesak napas yang diduga akibat dampak lingkungan dari kondisi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat, mengakui bahwa kondisi bau menyengat di kawasan TPA memang terjadi. Namun, pihaknya masih akan memastikan terkait laporan warga yang mengalami gangguan pernapasan.
“Ya betul, kondisi di TPA Cikundul memang bau menyengat. Untuk yang mengalami sesak napas, nanti akan kami cek dan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” terang Ayi kepada awak media, Senin (27/4/2026).
Dalam waktu dekat, DLH bersama Dinas Kesehatan akan turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab utama keluhan warga, apakah murni berasal dari bau sampah atau faktor lain.
“Kami akan datang langsung ke wilayah terdampak untuk memeriksa kondisi sebenarnya dan mencari tahu penyebabnya,” jelasnya.
Sebagai upaya penanganan, DLH akan menerapkan metode pengelolaan landfill atau pengurugan tanah untuk mengurangi bau dan mencegah sistem open dumping. Sampah yang telah diratakan akan ditutup dengan tanah secara berkala setiap tujuh hari.
“Setiap tujuh hari sampah diratakan lalu ditutup tanah agar tidak menimbulkan bau. Kemarin kendalanya karena hujan terus, jadi tanahnya lengket,” pungkasnya. (Eka Lesmana)






