BERITA BEKASI – Meski sudah dua kali ditegor pihak Kelurahan, RS. Tiara Kebalen, tampaknya “cuek” dengan keselamatan masyarakat baik keluarga pasien maupun pengguna Jalan Raya.
Pasalnya, tutup drainase atau saluran air di Jalan Perjuangan Raya Kebalen yang melintas di depan RS. Tiara, belakangan tutupnya dirubah pihak RS. Tiara yang posisinya lebih tinggi dari Jalan Raya.
Khwatir membahayakan masyarakat baik keluarga pasien maupun para pengguna Jalan Umum lainnya, pihak Kelurahan menegor baik secara lisan maupun bersurat namun diabaikan pihak RS. Tiara Kebalen.
“Kita!. Secara lisan sudah bersurat juga sudah, tapi sampai sekarang tidak juga dikerjakan pihak RS. Tiara,” terang salah satu pegawai Kelurahan Woro Tri Kurniawati, Jumat (10/4/2026).
Drainase itu, kata Woro, bukan milik pihak RS. Tiara, tapi dari program Pemerintah yang diajukan Tim Pembangunan Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan tahun 2022 lalu.
“Drainase program Pemerintah ajuan dari Tim Pembangunan Kelurahan Kebalen baru dapat 500 meter, termasuk melintas di depan RS. Tiara. Sebelumnya rata sama dengan Jalan Raya ngak begitu,” kata Woro.
Belakangan, lanjut Woro, saat RS. Tiara mulai merenovasi 2025-2026, termasuk bagian depannya pagar, tahu-tahu tutup drainase juga ikut dirubah dan dibuat posisinya lebih tinggi dari Jalan Raya.
“Karena lebar Jalan Raya pas-pasan biasanya masyarakat pengunjung RS. Tiara berhenti dipinggir Jalan depan RS. Tiara ya diatas tutup drainase itu. Jadi lebih kepinggiran lah, tidak berhenti di Jalan,” tuturnya.
Tapi sekarang, sambung Woro, masyarakat berhenti di Jalan, karena kendaraannya tidak bisa berhenti lebih pinggir lagi, karena tutup drainasenya dirubah lebih tinggi dari Jalan oleh pihak RS. Tiara sendiri.
“Drainase itukan milik Pemerintah, bukan RS. Tiara yang dengan sesukanya hatinya tanpa izin main rubah begitu aja, tanpa memikirkan keselamatan masyarakat umum,” sesal Woro.
Dengan posisi itu, tambah Woro, kondisi Jalan Raya semakin sempit, karena masyarakat pengunjung RS. Tiara sendiri selalu berhenti disitu yang dikhwatirkan keserempet atau terlindas kaki dan sebagainya.
“Kadang jadi macet, terutama sore kendaraan kalau lagi padat harus jalan pelan-pelan, karena kendaraan terutama roda dua sering berhenti disitu. Harusnya pihak RS. Tiara itu lebih sensitif,” pungkasnya. (Hasrul)






