BERITA SUKABUMI – Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum Pimpinan Pondok Pesantren di Cicantayan kini menyulut amarah para pejuang keadilan.
Meski status tersangka sudah disandang dan gelar Daftar Pencarian Orang (DPO) telah resmi disematkan, keberadaan sang predator hingga kini masih “gelap gulita”.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Laskar Fisabilillah Sukabumi, Abi Khoil yang mempertanyakan keseriusan Aparat Kepolisian yang seolah kehilangan taring dalam memburu satu orang buronan.
Menuntut Bukti, Bukan Sekadar Janji
Abi Khoil menegaskan, bahwa Laskar Fisabilillah tidak akan tinggal diam melihat proses hukum yang terkesan “jalan di tempat”. Ia menilai, lambannya penangkapan ini menciderai rasa keadilan masyarakat.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kasat Reskrim. Hari Rabu ini saya akan datangi langsung Mapolres Sukabumi,” tegas Abi Khoil kepada awak media, Senin (6/4/2026).
“Saya ingin dorong ini jadi atensi utama! Kenapa terkesan kurang serius? Kenapa bahasanya seperti terkatung-katung? Jangan sampai rakyat berasumsi ada pembiaran,” sambungnya.
Menurutnya, kredibilitas dan amanah Kepolisian saat ini sedang dipertaruhkan dimata umat. Apalagi, korban kebejatan oknum tersebut bukanlah orang dewasa, melainkan enam anak di bawah umur yang masa depannya telah dihancurkan.
“Harapan kami jelas, Polisi harus tegak lurus dan amanah! Ini korbannya anak-anak. Kalau tidak segera diringkus, siapa yang berani menjamin tidak akan ada korban-korban baru berikutnya?,” ujar Abi dengan nada tinggi.
Sentilan untuk Pemerintah Daerah
Tak hanya Kepolisian, Abi Khoil juga melayangkan kritik tajam kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang dinilai “bungkam” seribu bahasa.
Abi menyayangkan minimnya suara dari penguasa daerah atas tragedi yang mencoreng wajah religius Kabupaten Sukabumi.
Trauma Korban: Keenam santriwati dilaporkan mengalami luka psikis yang mendalam
Visi Religius Dipertanyakan:
Kasus ini dianggap bertolak belakang dengan jargon-jargon religius yang sering didengungkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sikap Laskar menuntut aksi nyata, bukan sekadar pendampingan administratif.
“Pemerintah Daerah jangan hanya diam seolah ini masalah kecil! Ini menyangkut masa depan anak-anak kita dan martabat dunia pendidikan agama. Jangan sampai visi ‘Religius’ hanya jadi slogan pemanis di atas kertas,” tandasnya.
Kawal Hingga Tuntas
Laskar Fisabilillah Sukabumi berkomitmen akan terus berdiri di garda terdepan untuk mengawal kasus ini hingga sang oknum ustadz tersebut mengenakan baju oranye di balik jeruji besi.
“Saya tidak main-main. Saya minta jadwal langsung, bertatap muka dengan pimpinan Kepolisian, bukan cuma lewat pesan WhatsApp. Kami ingin kejelasan, kami ingin keadilan dan kami ingin pelaku segera diseret ke meja hijau,” pungkas Abi. (Eka Lesmana)






