Bocor Percakapan Rp3 Miliar Fee Proyek Guncang Jambi

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BERITA JAMBISebuah dokumen percakapan yang diduga berasal dari proses komunikasi internal terkait proyek Pemerintah kini mengguncang publik di Provinsi Jambi.

Isi percakapan tersebut mengindikasikan adanya dugaan setoran uang miliaran rupiah kepada pejabat Dinas yang disebut sebagai bagian dari pengaturan proyek.

Dokumen yang beredar itu memperlihatkan dialog antara beberapa pihak bernama Rudy, Haris, dan seorang ajudan bernama Mardi.

Dalam percakapan tersebut, Rudy secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya telah menyetorkan uang sekitar Rp3 miliar kepada Kepala Dinas.

Namun yang mengejutkan, dalam dialog lanjutan disebutkan bahwa dana yang diterima oleh pihak lain dari Kepala Dinas baru hanya Rp500 juta.

Ketimpangan angka tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa ada rantai distribusi uang proyek yang lebih besar dan lebih kompleks di balik percakapan tersebut.

Bagian yang paling mencengangkan dari percakapan itu adalah ketika muncul permintaan agar disisihkan Rp1 miliar di akhir pekerjaan.

Kalimat tersebut memunculkan indikasi kuat adanya pengaturan komitmen fee proyek yang diduga menjadi syarat untuk kelancaran pekerjaan.

Jika percakapan ini benar adanya, maka praktik tersebut menyerupai pola klasik korupsi proyek, yaitu:

  1. Kontraktor atau pihak pelaksana proyek menyetor uang kepada pejabat.
  2. Uang kemudian didistribusikan kepada pihak lain yang memiliki pengaruh.
  3. Proyek berjalan dengan imbalan komitmen finansial tertentu.

Praktik semacam ini sering disebut oleh para penegak hukum sebagai “fee proyek” atau setoran jabatan.

Nama Al Haris yang menjabat sebagai Gubernur Jambi, mulai menjadi bahan perbincangan luas di masyarakat.

Publik mempertanyakan apakah dugaan praktik setoran tersebut terjadi dalam sistem birokrasi yang berada di bawah kepemimpinan Gubernur.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai keterkaitan langsung Gubernur dengan percakapan tersebut, tekanan publik untuk mendapatkan klarifikasi terus meningkat.

Banyak pihak menilai, diamnya Pejabat terhadap isu serius seperti ini justru berpotensi memperbesar kecurigaan masyarakat.

Pengamat tata kelola Pemerintahan menilai dokumen percakapan ini berpotensi menjadi bom waktu politik dan hukum jika tidak segera dijelaskan secara transparan.

Jika isi percakapan tersebut terbukti autentik dan terkait dengan proyek Pemerintah, maka hal itu dapat mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi berupa suap atau gratifikasi.

Kasus seperti ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Daerah.

Desakan Penyelidikan oleh Penegak Hukum

Sejumlah kalangan masyarakat sipil mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera menyelidiki kebenaran dokumen tersebut.

Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan kepolisian diminta untuk:

  1. Memverifikasi keaslian dokumen percakapan
  2. Memanggil pihak-pihak yang disebut dalam dialog
  3. Menelusuri proyek dan aliran dana yang dimaksud.
  4. Langkah cepat dianggap penting agar isu ini tidak berkembang menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat
  5. Integritas Pemerintahan Jambi Dipertaruhkan
  6. Kasus ini menjadi ujian besar bagi transparansi pemerintahan di Jambi

Publik berharap Pemerintah Daerah tidak bersikap defensif, melainkan membuka ruang klarifikasi dan investigasi secara terbuka.

Apakah percakapan ini hanya sekadar potongan dialog tanpa konteks, atau justru membuka tabir praktik korupsi proyek yang selama ini tersembunyi di balik birokrasi? (Red)

 

Sumber: Pikiran Ra’jat

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB