BERITA BEKASI – Aksi pejabat publik bermain golf ditengah situasi banjir kiriman datang, sopir angkut demo mengenai nasibnya dan DPRD gelar RKPD, Tri Adhianto, lebih memilih main golf.
“Apapun judulnya, tetap tidak dapat dibenarkan dari sisi etika, empati dan nurani publik,” terang Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi menanggapi, Jumat (13/2/2026).
Terlepas, sambung Dede, dengan alasan penggalangan dana “Peduli Bencana Sumatera” atau kegiatan tersebut dilakukan di luar jam kerja.
“Ngak usah jauh-jauh diwilayah sendiri aja masih banyak warga atau masyarakat yang perlu diurusi ditengah banjir kiriman terus melanda Kota maupun Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Selain itu, Tri Adhianto selaku Walikota Bekasi juga tidak menghadiri Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar DPRD Kota Bekasi yang dihadiri sejumlah perangkat daerah.
“Ini jugakan tidak kalah penting selaku Kepala Daerah yang benar-benar ingin membangun Kota Bekasi agar kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.
Dikatakan Dede, pejabat publik seharusnya memiliki tanggung jawab etis untuk menunjukkan empati kepada masyarakat, bukan malah sebaliknya.
Dede berujar, prinsip utama Kepemimpinan Nabi Muhammad, SAW adalah mendahulukan kepentingan rakyat diatas kesenangan dan kepentingan pribadi.
“Beliau (Nabi Muhammad SAW) menempatkan diri, bukan sebagai penguasa yang minta dilayani, melainkan sebagai pelayan umat,” tungkas Dede.
Dalam foto yang beredar, tampak sejumlah pejabat dan tokoh Kota Bekasi yang disebut-sebut ikut dalam kegiatan tournament golf dengan kemasan galang dana bencana Sumatera tersebut.
Sementara itu, aksi sopir angkutan yang menolak Trans Bekasi disebut sebagai respons atas kekhawatiran berkurangnya pendapatan dan potensi tersingkirnya angkutan konvensional.
Mereka mendesak Pemerintah Daerah untuk melakukan dialog terbuka sebelum kebijakan diterapkan penuh.
Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Pemerintah Daerah terkait kehadiran sejumlah pejabat di lapangan golf saat isu transportasi dan perencanaan pembangunan tengah menjadi perhatian. (Roni)






