BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai melakukan penataan Kawasan Lapang Merdeka (Lapdek) yang selama ini dipadati para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengais rezeki.
Langkah tersebut diambil dengan dalih untuk mengembalikan fungsi Lapdek sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diperuntukkan bagi aktivitas olahraga, rekreasi, upacara, hingga kegiatan edukasi masyarakat.
Penertiban dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026 yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
Puluhan PKL yang berjualan di Lapang Merdeka diminta untuk menghentikan aktivitasnya. Penertiban pun mendapat respons beragam dari para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya dilokasi tersebut.
Salah satu pedagang asongan, AW (43), mengaku menerima kebijakan tersebut meski harus merelakan lapak tempatnya mencari nafkah keluarganya ditertibkan petugas Satpol PP Pemkot Sukabumi.
Respon lain datang dari Ketua Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI) Sukabumi, Abi Kholil Asubki, terkait penertiban para PKL kalau memang itu sudah sesuai dengan aturan.
“Namun di sisi lain Pemerintah juga harus punya solusi yang baik bagi rakyat kecil, jangan hanya eksekusi, anak kecil juga bisa kalau hanya sekedar eksekusi tanpa solusi,” ujar Abi, Jumat (16/1/2026).
Abi berujar, jangan berbicara aturan, kalau hanya tajam terhadap rakyat kecil, tapi tumpul keatas.
“Sudah jelas diatur dalam UU tugas Pemerintah mensejahterakan rakyatnya.Percuma pembangunan dimana mana, kalau rakyat tidak sejahtera dan itu berarti bertentangan dengan UU,” ucapnya.
Masih kata Abi, ia hanya meminta tegakan aturan tanpa pandang bulu, jangan rakyat kecil yang selalu dijadikan korban politik dan pencitraan.
Lebih jauh Abi mengatakan, Perda miras saja tidak mampu ditegakkan, tempat-tempat hiburan malam (THM) dibiarkan, ijin-ijin Kafe yang tumpah tindih yang penting masuk PAD. Aturan apa itu?
“Kalau Pemerintah tetap seperti itu, tebang pilih dalam penegakkan aturan, maka ketika rakyat kecil turun ke jalan, tidak akan ada yang bisa menahannya. Dan saya yang akan memimpin mereka,” pungkasnya. (Eka Lesmana)






