BERITA SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), M. Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya agar seluruh kawasan di Sumatera Utara (Sumut) bebas dari blank spot atau wilayah tanpa sinyal internet.
Empat kawasan utama menjadi prioritas, yaitu kawasan perekonomian, pariwisata, daerah tertinggal dan perkotaan.
Menurutnya, ketersediaan jaringan internet yang merata bukan hanya kebutuhan, melainkan fondasi penting dalam membangun daya saing daerah.
“Kita ingin semua Kawasan di Sumut terhubung, tanpa ada lagi wilayah yang tertinggal dalam akses digital,” ujar Bobby, Senin (6/10/2025).
Dalam pertemuan dengan jajaran Direksi PT. Telkom, Bobby menegaskan fokus utama saat ini adalah Kawasan tertinggal.
Bobby mencontohkan, Pulau Nias yang sebelumnya memiliki empat daerah tertinggal, kini tersisa satu, yakni Kabupaten Nias Utara.
“Kita akan terus dorong percepatan konektivitas, terutama di daerah tertinggal. Setelah itu, barulah Kawasan Pariwisata, ekonomi dan perkotaan yang kita tingkatkan,” katanya.
Bobby menilai, kehadiran internet di Kawasan Pariwisata menjadi penting, karena mendukung promosi destinasi wisata yang memiliki banyak kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi digital bagi masyarakat lokal.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital, Bobby memperkenalkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dikembangkan melalui inisiatif CERDAS akronim dari Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif.
Program ini menargetkan digitalisasi pelayanan publik secara menyeluruh, mulai dari Desa hingga Kota.
“Kami ingin agar akses internet tersedia di setiap ruang publik, sehingga layanan publik bisa diakses secara cepat dan efisien,” jelasnya.
Melalui CERDAS, Pemprov Sumut berupaya menghadirkan layanan yang adaptif terhadap era digital, sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di daerah.
Bobby juga menceritakan pengalamannya saat kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Labuhanbatu Utara (Labura) dengan Kabupaten Toba.
Diwilayah tersebut, masyarakat tidak hanya kesulitan mendapatkan sinyal internet, tetapi juga belum sepenuhnya menikmati aliran listrik.
“Ada beberapa titik di Sumut yang belum bisa mengakses internet. Kami berharap Telkom bisa menyupport program Pemprov Sumut,” tutur Bobby.
Kondisi itu, menunjukkan bahwa tantangan pembangunan digital di Sumut masih kompleks, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menambahkan bahwa dari total 5.662 desa di Sumut, terdapat 62 desa di 10 Kabupaten yang masih mengalami blank spot.
Daerah-daerah tersebut mencakup Humbang Hasundutan (Humbahas), Dairi, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Nias Selatan, Karo, Toba, Tapanuli Utara (Taput), Mandailing Natal (Madina), dan Padanglawas Utara (Paluta).
“Dari 62 Desa itu, 31 diantaranya berada di Paluta. Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan PT. Telkom dapat mempercepat penyediaan jaringan di wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Executive Vice President PT. Telkom Regional I Sumatera, Dwi Pratomo Juniarto, memastikan bahwa Telkom siap berkolaborasi penuh dengan Pemprov Sumut.
“Setelah ini kami akan melakukan verifikasi lokasi yang belum tercover, titik mana saja di Sumut yang menjadi prioritas untuk fasilitas internet,” pungkas Dwi (M. Siregar)






