BERITA BEKASI – Ketua LBH Tombak Keadilan Rakyat (LBH-TKR), Agus Budiono, ala viral-viral konten yang dapat menciptakan pengasilan sering kali disalahgunakan.
Terutama, menciptakan konten menarik peminat untuk melihatnya melalui Creator Fund, Tiktok Shop Affialiate, menjual produk sendiri dan menerima hadiah virtual dari pengikut.
“Konsistensi, personal branding yang kuat dan interaksi yang baik dengan audiens adalah kunci utama kesuksesan,” terang Agus saat berbincang dengan Matafakta.com, Jumat (26/9/2025).
Namun, sambung Agus, sayangnya tidak sedikit yang menjadi korban baik pengonten maupun yang menjadi objek pengonten demi mengejar hadiah virtual dari pengikut.
“Sampai-sampai tukang kopi cantik yang sempat viral yang sehari-hari mangkal di Kawasan Pemda Kabupaten Bekasi Sumia Nurjanah disinyalir jadi korban objek konten,” jelasnya.
Kejadian itu, kata Agus, bermula ada seorang laki-laki bernama Okky Setiawan yang sering mampir mencoba mencuri hatinya. Okky mengaku sedang proses cerai dengan istrinya.
“Untuk menyakini korban, supir Grabe yang mengaku boss rental mobil ini menunjukan sebuah surat perjanjian dengan istrinya dan mengatakan sudah talak tiga,” tutur Agus.
Hari demi hari, lanjut Agus, komunikasi keduanya semakin akrab maklum Okky sering mampir dilapak dagangan korban dengan rayuan mautnya untuk mendapatkan hati korban.
“Tak cukup lama entah apa ilmu yang dipakai Okky, sehingga berhasil menaklukan hati korban. Padahal cukup banyak pelangan yang lebih mempuni bisa tersangkut disitu,” ucap Agus.
Seminggu berjalan, kata Agus, tiba-tiba korban Sumia Nurjanah atau biasa disapa Miea mendapat telepon dan chat dari perempuan yang mengaku istri Okky.
“Kaget, Miea pun berusaha menjelaskan pengakuan Okky awal ketika memikatnya. Namun perempuan tersebut, tidak memperdulikannya dengan kata-kata pelakor,” imbuhnya.
Selanjutnya, perempuan itu melabrak korban ditempat daganganya dengan cara live langsung diakun Tiktoknya dengan tudingan pelakor hingga meraih banyak pengikut yang menonton.
“Korban terus diserang bahkan sampai kerumah korban dengan mewawancarai ibunya sambil live langsung diakun Tiktok seperti biasa,” jelas Agus.
Ibu korban, lanjut Agus yang sudah mengetahui ceritanya berprasangka baik menerima kedatangan perempuan tersebut untuk bisa dijelaskan duduk masalahnya.
“Namun sayangnya penjelasan ibu korban bagian yang terpenting diedit atau dipotong ketika ditampilkan, sehingga korban Miea tetap diposisi yang salah atau terpojok,” ucapnya.
Banyak yang janggal, tambah Agus, karena perempuan tersebut datang kerumah korban diantar Okky sendiri bahkan Okky sekarang ikut memviralkan korban.
“Kita memberikan pendampingan hukum untuk segera mengambil tindakkan terhadap keduanya agar tidak menambah korban lain. Kita akan polisikan,” pungkas Agus. (Mahpudin)






