BERITA JAKARTA – “Presiden Prabowo Subianto dengan garangnya berucap siap mati untuk Bangsa dan Negara apakah hanya sebatas omon-omon belaka bila melihat kasus kematian balita perempuan beranama Raya di Sukabumi”.
Hal tersebut dikatakan, Sekjen Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH), Heru Purwoko, menyoroti kematian Raya yang baru berusia 4 tahun yang dalam perutnya terdapat 1 kilogram cacing.
“Balita Raya yang harus meregang nyawa saat penguasa di Republik ini tengah berpesta pora,” sindir Heru kepada Matafakta.com, Rabu (20/8/2025).
Tragisnya, Raya balita yang meregang nyawa tersebut tinggalnya tak begitu jauh dari wilayah kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, akibat minimnya penanganan medis.
“Apakah balita Raya akan menjadi anak bangsa terakhir yang kurang mendapat perhatian dan penanganan atau akan ada lagi raya-raya yang lain yang harus mati, karena keadaan ekonomi,” tandasnya.
Sebelumnya, lebih dari 1 kilogram cacing hidup dikeluarkan dari tubuh seorang balita perempuan bernama Raya sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kisah memilukan ini terjadi di Kampung Pasir Ceuri, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Video yang diunggah lembaga Filantropi Rumah Teduh memperlihatkan betapa mengerikannya kondisi Raya saat dirawat.
Dari hidungnya, dokter menarik cacing gelang sepanjang 15 sentimeter dalam keadaan masih hidup. Cacing juga keluar dari mulut, kemaluan, hingga anusnya.
“Sudah lebih dari 1 kilogram cacing dikeluarkan dari badannya, tapi tidak juga habis-habis,” demikian kutipan dalam video yang viral tersebut.
Raya pertama kali masuk ke IGD RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi Raya sudah tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya.
“Pasien datang dalam keadaan tidak sadar. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan syok atau kekurangan cairan berat,” pungkas Irfan, Humas sekaligus dokter IGD RSUD Syamsudin. (Eka Lesmana)






