BERITA SUMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara, terkesan tutup mata terhadap usaha SPA yang disinyalir juga melayani esek-esek atau plus-plus.
Tempat SPA yang dimaksud berlokasi di Jalan Asahan, Komplek Griya Siantar, tepatnya disamping Korem, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Kepada Matafakta.com, salah seorang sumber yang pernah menggunakan jasa pelacuran menceritakan pengalamannya ketika berkencan dengan wanita di SPA Griya Siantar tersebut.
“Selain pijat juga ada esek-eseknya bang dengan tarif yang bervariasi mulai Rp100 ribu pijat biasa hingga Rp500 ribu alias pijat plus-plus,” ungkapnya pada Sabtu 2 Agustus 2025 lalu.
Dilokasi itu, kata sumber, ada 5 tempat usaha SPA, namun sumber yang minta namanya dirahasiakan mengaku tidak mengetahui SPA lainnya apakah melayani pijat plus-plus.
“Dilokasi itu ada 5 usaha SPA bang, tapi ngak tahu apakah SPA lainnya juga melayani pijat plus-plus juga ngak tahu bang,” tandasnya.
Sebelumnya, Kapolsek Bangun, AKP. R. Simarmata ketika dimintai tanggapannya menegaskan, akan menindaklanjuti informasi adanya dugaan praktik prostitusi di SPA Griya Siantar tersebut.
“Akan kita monitor pak,” ucap AKP. R. Simarmata ketika dimintai tanggapan terkait kabar dugaan adanya prostitusi di SPA Griya Siantar tersebut.
Namun sayangnya hingga kini sejak dikabarkan adanya dugaan praktek prostitusi berkedok SPA di Jalan Asahan, Komplek Griya Siantar, tetap tampak kondusif. (M. Siregar)






