BERITA BEKASI – “Yang aku belum bisa pulang dulu ke Bekasi, karena diancam Cecep Noor,”
Itulah sepengal kata pesan whatsapp oknum pejabat Direktur Usaha (Dirus) PDAM Tirta Bhagasasi, Kabupaten Bekasi, AEZ (34) yang dibacakan H. Cecep Noor saat menggelar Konferensi Pers di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Minggu (20/7/2025).
H. Cecep, ayah mertua dari PR yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi itu mengatakan, oknum pejabat PDAM tersebut telah menginjak-injak harkat dan martabat keluarganya dan meminta kepada Bupati Bekasi untuk segera menyelesaikan oknum tersebut.
“Masih banyak putra-putra terbaik di Kabupaten Bekasi. Saya harus menghentikan ini predator kelamin pejabat seperti itu, karena sudah menghancurkan keluarga saya,” ucap H. Cecep dengan nada penuh kekecewaan.
Kenapa harus saya, kata H. Cecep yang menggelar Konferensi Pers, bukan anaknya RZ, karena perasaan anaknya tengah terpukul berat akibat kejadian dugaan perselingkuhan istrinya PR (27) dengan oknum pejabat Dirus PDAM tersebut.
“Alhamdulillah mental saya masih kuat makanya saya yang berbicara dengan rekan-rekan media meski kesehatan saya juga sebenarnya menurun, karena memikirkan ini,” ungkap mantan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang telah 15 tahun menjabat.
Bayangkan, sambung H. Cecep, anaknya RZ suami sah PR begitu mengetahui istrinya berselingkuh langsung berangkat tancap gass menuju salah satu Hotel ke Yogyakarta sekitar pukul 02.00 WIB dengan kecepatan 250 sampai 280 kilometer perjam.
“Sampai disana di Yogya Shubuh ada yang bersangkutan dicolek sama anak saya RZ tidak, dia hanya minta kejujuran dari kedua belah pihak dan sudah mengakui. Betapa terpukulnya RZ makanya saya lah yang berbicara dengan rekan media,” ulasnya.
Dalam kesempatan itu, H. Cecep juga meminta maaf kepada para Alim Ulama, para Kiai, para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda mungkin ini sudah diliput secara nasional oleh rekan-rekan media, karena sudah membuka aib keluarga sendiri.
“Karena saya seolah-olah sudah membuka aib keluarga sendiri, kenapa tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah atau secara kekeluargaan. Saya sudah berusaha melakukan itu. Kejadiannya tanggal 8 Juli 2025 dan sekarang sudah 20 Juli 2025,” ujarnya.
Tetapi, lanjut H. Cecep para pihak yang diajak musyawarah baik oknum pejabat PDAM yang sudah menghancurkan keluarga anaknya RZ, termasuk besannya sendiri yaitu keluarga PR, tidak memanfaatkan ruang musyawarah secara kekeluargaan itu.
“Harga diri harkat dan martabat saya dan keluarga saya terasa diinjak-injak oleh oknum pejabat tersebut, termasuk oleh besan saya sendiri. Saya tidak bisa mendiamkan kezholiman ini harus diproses secara hukum,” tegasnya.
Masih kata H. Cecep, betapa geramnya melihat prilaku oknum pejabat PDAM tersebut. Sebab, ditempat ini juga yang bersangkutan sudah bertemu dan bersedia membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi tidak ditepatinya, malah masih berkomunikasi dengan menantunya PR dengan panggilan “Yang”.
“Apa karena merasa orang kaya jadi se-enaknya berbuat merusak rumah tangga orang. Itu istri orang jangan sampai ada korban lain. Masih banyak putra-putra terbaik Kabupaten Bekasi saya minta Bupati segera menyelesaikan oknum yang bersangkutan,” pungkas H. Cecep. (HSR/MUL)






