BERITA SUMUT – “Tidak ada atlit jadi kaya mending kalian berhenti dan kerja dirumah saya. Saya gaji”.
Kata itu, dilontarkan atlit MMA Pematang Siantar, Ronald Siahaan dari atas ring mengutif ucapan Walikota Pematang Siantar ketika meminta dukungan.
“Saya sangat kecewa sikap Walikota Pematang Siantar. Artinya, para atlit di Pematang Siantar akan mati,” tegas Ronald kecewa.
Diatas ring MMA, Ronald pun meminta waktu agar ucapannya didengar dan minta diviralkan agar diketahui khalayak public terkait sikap Walikota Pematang Siantar.
“Tolong pak kata-kata bapaklah yang harus dicabut dalam-dalam!!!. Kalian tidak tahu darah-darah kami disini,” tungkas Ronald.
Kaitan itu, Ketua Penggerak Anak Muda Millenial (KAM), Sumatera Utara (Sumut), Try Aditya angkat bicara terhadap pernyataan Walikota Pematang Siantar tersebut.
“Walikota harus memberi anggaran APBD kepada KONI Siantar agar olahraga dapat berkembang. Jangan hanya proyek saja yang dipikirkan,” sindirnya,” Senin (16/6/2025).
“Selama ini atlit-atlit di Kota Pematang Siantar memang banyak tidak didukung penuh Pemerintah Kota Pematang Siantar. Itu fakta,” tuturnya.
Dulu, sambung Try, viral anak Pengcab Karate membawa harum nama daerah dianjang Asia Tournamen Karateka namun mereka modal dan mencari sponsor sendiri.
“Bukan itu saja mau atlit mana pun, Pemerintah Kota Pematang Siantar memang tidak ada respon baik atlit diajang Nasional maupun Internasional,” tegasnya.
Diungkapkan Try, untuk anggaran Komite Olahraga Nasional (KONI) Cabang Pematang Siantar masih minim, sehingga tidak bisa membagi anggaran untuk pengcab-pengcab yang sudah ada.
“Jangan cuma hanya memikirkan anggaran proyek saja, tapi anggaran olahraga juga harus dipikirkan. Atlit bertelenta hebat banyak terlahir di Kota Pematang Siantar,” ucapnya.
Try berujar, Walikota Pematang Siantar perbanyak kunjungan kerja (kunker) dan belajar ke daerah-daerah yang berkembang dalam prestasi atlitnya.
“Jangan hanya perbanyak kunker yang tidak jelas yang menghabiskan anggaran Dinas saja, namun tidak ada hasilnya,” pungkas Try. (Abdul Siregar)






