Diragukan Pengadaan Meubelair di Kejari Jakpus, IAW Desak Diaudit

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengadaan Meubelair Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat

Pengadaan Meubelair Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat

BERITA JAKARTA – Pegiat anti korupsi Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus menilai perlu dilakukan audit independen terhadap pengadaan meubeliar dan interior sebesar Rp7 miliar di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat tahun 2024 yang bersumber dari DIPA Kejari, Jakarta Pusat, Tahun Anggaran (TA) 2024.

“Sajian fasilitas kerja seperti itu dengan anggaran sebesar itu adalah hal yang patut untuk dicermati, walau sudah direncanakan jauh-jauh tahun sebelumnya. Sebab efisiensi itu sudah ditetapkan awal tahun ini,” ucap Iskandar Sitorus, Senin (10/3/2025).

Iskandar melanjutkan, selain itu karena jurnalis sudah lakukan perbandingan kualitas serta menghitung harganya, maka patut dipertanyakan terkait harga sesungguhnya dari fasilitas tersebut.

“Maka patut dipertanyakan terkait harga sesungguhnya dari fasilitas tersebut,” imbuh dia.

Ia menuturkan, jika jenis yang sama sebagai pembanding sudah ada harganya, maka angka yang disebut untuk pengadaannya menjadi bisa diperbandingkan.

“Itu pintu masuk dilakukan audit,” tegas Iskandar.

Sebelumnya saat Matafakta.com menyambangi Kejari Jakarta Pusat, Rabu 19 Februari 2025, terlihat satu set kursi tamu berwarna abu-abu berlapis kayu di depan lobby dan satu set di ruangan tengah kantor Korps Adhyaksa tersebut.

Di lobby, sempat merasakan duduk dibangku dengan bantal kursi yang konon berharga yang cukup fantastis yakni, Rp7 miliar. Empuk dan nyaman, karena mungkin saja masih dalam kondisi baru.

Kemudian ada juga di ruang kerja Kasie Intel, Bani Immanuel Ginting, terdapat lemari kaca berkelir putih untuk tempat penyimpanan dokumen dan sejumlah kursi kerja menggunakan roda dan berlapis besi.

Namun, jika dibandingkan pada toko online blibli.com satu set kursi tamu stainless steel minimalis seharga Rp20.880.000. Kemudian harga kursi kantor putar staff premium Rp290.000. Selanjutnya lemari arsip kantor tempahan Rp20 juta.

Menurut keterangan Kepala Seksi (Kasie) Intelejen, Bani Immanuel Ginting mengatakan, pengadaan permebelan tersebut, sudah lama dianggarkan dan tidak ada hubunganya dengan efisiensi anggaran.

“Itu (pengadaan alat kantor) sudah dianggarkan dan anggaran, bukan dari DIPA Kejari Jakarta Pusat, tetapi anggaran dari Kejaksaan Agung,” ucap Bani, Rabu 19 Februari 2025.

Padahal, dalam dokumen yang diperoleh Matafakta.com, anggaran pengadaan kursi, lemari dan interior pada tahun 2024 bersumber DIPA Kejari Jakarta Pusat tahun anggaran 2024.

Bani Ginting berdalih meubelair yang berada di kantor Kejari Jakarta Pusat tidak pernah diganti sejak kantor Kejari Jakarta Pusat berada di Jalan Gajahmada pada 1980.

“Sejak kantor kami berada di Jalan Gajahmada Jakarta Pusat tahun 1980 baru kali ini kami mengganti peralatan kantor,” sambungnya.

Namun Bani tidak membantah soal keberadaan lampu gantung super mewah berbahan kristal. Sayangnya dia tidak menjelaskan letak posisi lampu kristal tersebut, ditempatkan. (Sofyan)

Berita Terkait

Menteri Koperasi, OC Kaligis Hingga Jurnalis Raih Sudut Pandang Award 2026
Massa GPN Geruduk Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPK Kemayoran Jakpus
Aktivis AKHERA Sebarkan Spanduk “Stop Memprovokasi Rakyat”
Skenario Penjualan Saham PT. GBU Diduga Libatkan Mantan Kajari Jakpus
Belum Diadili, Pakar Hukum Menduga Zarof Ricar Pasang Badan
Pemprov DKI Jakarta Jatuhi Sanksi Pencemaran Udara ke PT. BKP
Petugas Kejari Jakarta Pusat Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Makanan
Dugaan Kualitas Batubara Redah Penyebab Asap Hitam PT. BKP

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:55 WIB

Menteri Koperasi, OC Kaligis Hingga Jurnalis Raih Sudut Pandang Award 2026

Jumat, 4 September 2026 - 16:28 WIB

Massa GPN Geruduk Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPK Kemayoran Jakpus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Aktivis AKHERA Sebarkan Spanduk “Stop Memprovokasi Rakyat”

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Skenario Penjualan Saham PT. GBU Diduga Libatkan Mantan Kajari Jakpus

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Belum Diadili, Pakar Hukum Menduga Zarof Ricar Pasang Badan

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB