Soal Proyek RDF Plant, KOMPI JAKARTA: Copot Kepala DLH Pemprov DKJ

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi KOMPI JAKARTA

Aksi KOMPI JAKARTA

BERITA JAKARTA – Kenyamanan warga sekitar proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta senilai Rp1,3 triliun, kembali terganggu setelah timbul bau tak sedap dari cerobong pengolahan sampah RDF Plant Jakarta tersebut.

Kepada Matafakta.com, Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Jakarta (KOMPI JAKARTA), Heder Saliu mengatakan, proyek infrastruktur dengan anggaran fantastik Rp1,3 triliun itu seharusnya melayani warga dengan baik, bukan malah membuat mereka hidup tidak nyaman.

“Dinas lingkungan Hidup Pemprov DKJ Jakarta harus bertanggung jawab, karena dinilai lalai dan lambat dalam mengatasi permasalah bau busuk yang membahayakan lingkungan dan kesehatan warga sekitar,” tegas Heder, Kamis (27/2/2025).

Kami, sambung Heder, dari KOMPI JAKARTA menekankan kepada Pemprov DKJ Jakarta harus segera mengambil kebijakan serius dalam menanggapi permasalahan ini, karena dampaknya negatif terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga sekitar akibat paparan bau busuk yang terus-menerus.

“Kasus ini tidak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf saja, perlu adanya teguran tegas kepada pihak penanggung jawab yaitu KSO Wika Jaya Konstruksi dan PT. Asiana Technologies Lestary dan Dinas LH Jakarta, karena lambat dalam perbaikan sistem dan pencegahan kebocoran,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKJ Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan kalau proyek RDF Plant mempunyai sistem pengendalian bau yang canggih, sangat bertolak belakang dengan kesaksian masyarakat sekitar RDF Plant Jakarta yang kerap mencium bau busuk dari fasilitas proyek.

“Pernyataan dari Kadis LH Jakarta tersebut, seakan-akan melindungi dan menutupi kegagalannya dalam mengawasi sistem di proyek RDF Plant Jakarta,” sindirnya.

Dikatakan Heder, proyek strategis yang digagas oleh Pemprov Jakarta ini dari awal pekerjaannya sudah tercium adanya aroma-aroma busuk, bukan hanya kebocoran cerobong tetapi diduga adanya kebocoran anggaran dalam pekerjaan proyek tersebut.

“Maka dari itu, kami harap adanya kolaborasi antara Pemprov DKJ Jakarta dan Aparat Penegak Hukum untuk malakukan audit investigasi, karena proyek yang menghabiskan banyak uang, tetapi masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan baik patut dicurigai,” pungkasnya.

Tuntutan KOMPI JAKARTA

  1. Meminta Gubernur DKJ Jakarta, Bapak Pramono Anung untuk membatalkan peresmian RDF Plant Jakarta yang telah mencemarkan lingkungan dan membahayakan kesehatan warga sekitar.
  2. Mendesak Gubernur DKJ Jakarta memberikan sanksi tegas kepada PT. Asiana Technologies Lestary, KSO Wika Jaya Konstruksi dan Kadis LH DKJ Jakarta, Asep Kuswanto akibat insiden kebocoran yang terjadi di proyek RDF Jakarta sehinggah mengganggu aktivitas warga.
  3. Melakukan investigasi terkait kebocoran yang terjadi di fasilitas RDF Jakarta yang menimbulkan bau busuk mirip pupuk kimia, dan audit anggaran dari proyek tersebut.
  4. Copot Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto yang dinilai melindungi dan gagal dalam mengawasi kinerja dari PT Asiana Technologies Lestary dan KSO Wika Jaya Konstruksi.
  5. Evaluasi Pejabat dinas LH DKJ Jakarta, serta blacklist PT Asiana Technologies Lestary dan KSO Wika Jaya Konstruksi dari daftar tender di lingkungan Pemprov DKJ Jakarta.

 

Pewarta: Alfian

Berita Terkait

Menteri Koperasi, OC Kaligis Hingga Jurnalis Raih Sudut Pandang Award 2026
Massa GPN Geruduk Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPK Kemayoran Jakpus
Aktivis AKHERA Sebarkan Spanduk “Stop Memprovokasi Rakyat”
Skenario Penjualan Saham PT. GBU Diduga Libatkan Mantan Kajari Jakpus
Belum Diadili, Pakar Hukum Menduga Zarof Ricar Pasang Badan
Pemprov DKI Jakarta Jatuhi Sanksi Pencemaran Udara ke PT. BKP
Petugas Kejari Jakarta Pusat Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Makanan
Dugaan Kualitas Batubara Redah Penyebab Asap Hitam PT. BKP

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:55 WIB

Menteri Koperasi, OC Kaligis Hingga Jurnalis Raih Sudut Pandang Award 2026

Jumat, 4 September 2026 - 16:28 WIB

Massa GPN Geruduk Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPK Kemayoran Jakpus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Aktivis AKHERA Sebarkan Spanduk “Stop Memprovokasi Rakyat”

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Skenario Penjualan Saham PT. GBU Diduga Libatkan Mantan Kajari Jakpus

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Belum Diadili, Pakar Hukum Menduga Zarof Ricar Pasang Badan

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB