BERITA JAKARTA – Kenyamanan warga sekitar proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta senilai Rp1,3 triliun, kembali terganggu setelah timbul bau tak sedap dari cerobong pengolahan sampah RDF Plant Jakarta tersebut.
Kepada Matafakta.com, Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Jakarta (KOMPI JAKARTA), Heder Saliu mengatakan, proyek infrastruktur dengan anggaran fantastik Rp1,3 triliun itu seharusnya melayani warga dengan baik, bukan malah membuat mereka hidup tidak nyaman.
“Dinas lingkungan Hidup Pemprov DKJ Jakarta harus bertanggung jawab, karena dinilai lalai dan lambat dalam mengatasi permasalah bau busuk yang membahayakan lingkungan dan kesehatan warga sekitar,” tegas Heder, Kamis (27/2/2025).
Kami, sambung Heder, dari KOMPI JAKARTA menekankan kepada Pemprov DKJ Jakarta harus segera mengambil kebijakan serius dalam menanggapi permasalahan ini, karena dampaknya negatif terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga sekitar akibat paparan bau busuk yang terus-menerus.
“Kasus ini tidak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf saja, perlu adanya teguran tegas kepada pihak penanggung jawab yaitu KSO Wika Jaya Konstruksi dan PT. Asiana Technologies Lestary dan Dinas LH Jakarta, karena lambat dalam perbaikan sistem dan pencegahan kebocoran,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKJ Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan kalau proyek RDF Plant mempunyai sistem pengendalian bau yang canggih, sangat bertolak belakang dengan kesaksian masyarakat sekitar RDF Plant Jakarta yang kerap mencium bau busuk dari fasilitas proyek.
“Pernyataan dari Kadis LH Jakarta tersebut, seakan-akan melindungi dan menutupi kegagalannya dalam mengawasi sistem di proyek RDF Plant Jakarta,” sindirnya.
Dikatakan Heder, proyek strategis yang digagas oleh Pemprov Jakarta ini dari awal pekerjaannya sudah tercium adanya aroma-aroma busuk, bukan hanya kebocoran cerobong tetapi diduga adanya kebocoran anggaran dalam pekerjaan proyek tersebut.
“Maka dari itu, kami harap adanya kolaborasi antara Pemprov DKJ Jakarta dan Aparat Penegak Hukum untuk malakukan audit investigasi, karena proyek yang menghabiskan banyak uang, tetapi masalahnya tidak bisa diselesaikan dengan baik patut dicurigai,” pungkasnya.
Tuntutan KOMPI JAKARTA
- Meminta Gubernur DKJ Jakarta, Bapak Pramono Anung untuk membatalkan peresmian RDF Plant Jakarta yang telah mencemarkan lingkungan dan membahayakan kesehatan warga sekitar.
- Mendesak Gubernur DKJ Jakarta memberikan sanksi tegas kepada PT. Asiana Technologies Lestary, KSO Wika Jaya Konstruksi dan Kadis LH DKJ Jakarta, Asep Kuswanto akibat insiden kebocoran yang terjadi di proyek RDF Jakarta sehinggah mengganggu aktivitas warga.
- Melakukan investigasi terkait kebocoran yang terjadi di fasilitas RDF Jakarta yang menimbulkan bau busuk mirip pupuk kimia, dan audit anggaran dari proyek tersebut.
- Copot Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto yang dinilai melindungi dan gagal dalam mengawasi kinerja dari PT Asiana Technologies Lestary dan KSO Wika Jaya Konstruksi.
- Evaluasi Pejabat dinas LH DKJ Jakarta, serta blacklist PT Asiana Technologies Lestary dan KSO Wika Jaya Konstruksi dari daftar tender di lingkungan Pemprov DKJ Jakarta.
Pewarta: Alfian






