BERITA BEKASI – Ketua KSM LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Babelan, Rosul atau biasa disapa Chire bersama KSM Tarumajaya, menyesalkan adanya penutupan akses warga Kampung Tambun Kutut, Desa Pahlawan Setia, Kabupaten Bekasi.
“Meski dalihnya lahan tersebut diakui bagian milik pengembang Perumahan Sakinah 2. Ada tata krama kalau yang berkaitan dengan masyarakat atau kepentingan umum,” tegas Rosul kepada Matafakta.com, Minggu (16/2/2025).
Terlebih lagi, sambung Rosul, keberadaan warga Kampung Tambun Kutut, sudah lebih dulu ada ketimbang Developer PT. Buana Media Nusantara selaku pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2 yang sudah menjadi akses keluar masuk warga.
“Seharusnya, keberadaan pengembang Perumahan membawa dampak positif bagi warga setempat, bukan malah sebaliknya mematikan akses warga. Duduk bareng dan berikan solusi, bukan main tutup aja,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Rosul KSM Babelan bersama KSM Tarumajaya akan terus mengawal dan membantu warga Kampung Tambun Kutut, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumaja agar mendapatkan solusi terkait akses jalan warga.
“Sesuai informasi upaya mediasi sudah dilakukan dengan mengundang beberapa pihak terkait untuk bermusyawarah di Kantor Desa Pahlawan Setia. Namun pihak pengembang Perumahan dan Kepala Desa tidak hadir, sehingga belum ada keputusan,” tandas Rosul.
Sebelumnya diberitakan, akses keluar masuk warga Kampung Tambun Kutut, Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, ditutup Developer Perumahan Bumi Sakinah 2 pada Sabtu 15 Februari 2025, dengan dalih jalan tersebut menjadi bagian lahan miliknya.
Diketahui, PT. Buana Media Nusantara selaku pihak pengembang Perumahan Bumi Sakinah 2, memiliki lahan seluas 67.298 M2, termasuk lokasi lahan yang sudah sejak lama menjadi akses keluar masuk warga setempat.
Berdasarkan keterangan warga setempat, sudah beberapa minggu yang lalu akses Jalan Lingkungan masyarakat tersebut telah ditutup sebagian dengan membangun pondasi permanen di badan Jalan dan Penyegelan. (Hasrul)






