Pendidikan Harmonis di Universitas Mulawarman Samarinda

- Jurnalis

Jumat, 14 Februari 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Mulawarman Samarinda

Universitas Mulawarman Samarinda

BERITA SAMARINDA – Dalam atmosfer yang penuh antusiasme di Universitas Mulawarman, acara Endgame Goes to Campus mempersembahkan Lyceum Endgame, bagian dari Policy Forum on Education 2024.

Mengusung tema Batang Harmoni Ilmu, acara ini menjadi panggung dialog mendalam tentang pendidikan yang menghubungkan kearifan lokal dengan tantangan global.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Endgame, Pimpinan.id, Konsorsium Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia yang terdiri dari 18 lembaga, termasuk Tanoto Foundation dan Universitas Mulawarman.

Dihadapan lebih dari 200 peserta, termasuk mahasiswa dari seluruh penjuru Kalimantan Timur diskusi ini berlangsung dengan energi yang membangkitkan refleksi dan inspirasi.

Salah satu momen yang paling berkesan ketika Arrida Hamzah pemenang lomba karya tulis Policy Forum on Education 2024 dari Sulawesi, menyampaikan gagasannya tentang pendidikan berbasis lokal.

Arrida menekankan bahwa sistem pendidikan seharusnya menghubungkan kebutuhan lokal dengan manfaat global.

Dalam karyanya, Arrida menawarkan konsep pelatihan guru sebagai pamong, dimana guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran berbasis masyarakat.

Gagasan Arrida menyadarkan peserta bahwa pendidikan harus relevan dengan konteks lokal tanpa mengorbankan kompetensi global.

Pada sesi diskusi yang dipandu Gita Wirjawan, Visiting Scholar di Stanford University sekaligus Host Endgame Podcast, pembicaraan mengupas permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan Indonesia.

Nisa Felicia menggunakan analogi pohon untuk menggambarkan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa setiap komponen pohon mulai dari akar, batang, ranting, hingga daun memerlukan perawatan yang berbeda sesuai dengan jenis pohonnya.

Pandangan ini mengkritisi standarisasi pendidikan yang sering kali mengabaikan keberagaman kebutuhan di tiap daerah.

Gita Wirjawan memberikan penekanan pada pentingnya memastikan bahwa akar dalam hal ini para guru harus mendapatkan perhatian lebih untuk menjamin kesehatan keseluruhan sistem pendidikan.

Ia membandingkan status sosial guru di Indonesia dengan negara-negara seperti Korea Selatan dan Singapura, dimana profesi guru memiliki status sosial yang tinggi.

Diskusi ini juga menyoroti ketimpangan sosial dalam akses pendidikan. Hetifah Sjaifudian, salah satu pembicara utama, membahas bagaimana kebijakan pendidikan sering kali tidak benar-benar inklusif dan justru hanya menguntungkan segelintir pihak tertentu.

Hetifah menekankan bahwa sistem saat ini terlalu fokus pada persaingan untuk masuk ke sekolah-sekolah favorit yang didanai Pemerintah. Ia juga menyoroti bahwa banyak kebijakan yang masih belum adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Sebagai contoh, Undang-Undang Guru dan Dosen, meskipun bertujuan meningkatkan pengakuan terhadap profesi guru, masih belum cukup untuk memastikan kesejahteraan mereka.

Neoliberalisme menjadi salah satu topik utama dalam diskusi ini. Dalam paparannya, Arrida Hamzah mengungkapkan bagaimana pendekatan neoliberalisme menciptakan ketimpangan.

Pertumbuhan ekonomi lebih terpusat di kota besar, sementara daerah pinggiran sering kali diabaikan.

Hal ini berdampak pada pendidikan, di mana materi yang diajarkan di sekolah sering kali tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja, terutama di wilayah-wilayah tersebut.

Acara ini diakhiri dengan refleksi mendalam tentang arah kebijakan pendidikan Indonesia di masa depan.

Semua pembicara sepakat bahwa reformasi pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru dan relevansi kurikulum.

Sebagaimana yang ditekankan oleh Hetifah, kurikulum yang baik tidak akan efektif tanpa pemahaman mendalam dari para guru sebagai pelaksana utama.

Diskusi ini berhasil menginspirasi peserta untuk membayangkan sebuah sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, dimana kearifan lokal dihargai tanpa kehilangan pandangan pada tantangan global.

Rangkaian Policy Forum on Education 2024 akan berlanjut dengan Chronicles bersama Bagus Muljadi di Universitas Riau, 11 Januari 2025.

Acara ini terus mendorong dialog berbasis kearifan lokal untuk membangun kebijakan pendidikan yang inklusif dan relevan di Indonesia.

Membahas bagaimana pohon pendidikan bisa memberikan ranting pengetahuan yang bercabang luas, namun tetap berakar kuat pada kebijaksanaan lokal.

Tentang Lyceum

Mengambil inspirasi dari Sekolah Peripatetik Aristoteles, Lyceum adalah platform unik bagi komunitas Endgame untuk bertemu langsung, berdiskusi, dan mendapatkan wawasan dari para ahli.

 

Pewarta: Almira

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB