PT. Pasangkayu Serobot Lahan, Serikat Petani Minta Perhatian Presiden Prabowo

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Praktik Mafia Tanah

Ilustrasi Praktik Mafia Tanah

BERITA SULBAR – Serikat Petani Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar), melaporkan PT. Pasangkayu yang diduga menyerobot kawasan hutan yang dilindungi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada 25 September 2024 lalu.

“Tapi sampai sekarang laporan kami dari Serikat Petani Pasangkayu belum ditanggapi Kejagung,” terang Ketua Serikat Petani Pasangkayu, Dedi Sudirman kepada Matafakta.com, Selasa (4/2/2025).

Untuk itu, kata Dedi, pihaknya Serikat Petani Pasangkayu meminta perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto dan Gibran agar PT. Pasangkayu mengembalikan lahan yang mereka ambil secara tidak sah.

“Sebab, berdasarkan izin yang diberikan ke PT. Pasangkayu Nomor: 98/KPTS-II/1996 dengan luas wilayah 5.008 hektar. Namun fakta lapangan diduga sudah melampui batas konsesi yang diberikan,” jelasnya.

Temuan ini, lanjut Dedi, mengundang keprihatinan mendalam mengingat pentingnya menjaga kawasan hutan dari aktivitas yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku serta mencegah kerusakan hutan.

“Kita minta Kejagung memeriksa izin PT. Pasangkayu secara komprehensif, karena perusahaan tersebut sudah melanggar batas konsesi yang ditetapkan dan mengusai diluar wilayah yang diizinkan,” ulasnya.

Pihaknya, tambah Dedi, Serikat Petani Pasangkayu Sulbar percaya sepenuhnya dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menegakkan hukum dan aturan untuk melindungi kepentingan Negara dan Rakyat.

“Kami berharap mendapatkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto dan kami siap jika dipanggil, terkait penyerobotan kawasan hutan yang dilindungi yang telah melanggar konsesi,” pungkasnya. (Ajie)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB