Proyek Jaling Perumahan Babelan Mas Permai Tak Sesuai RAB

- Jurnalis

Kamis, 4 Juli 2024 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi Pekerjaan Proyek Perumahan Babelan Mas Permai Kabupaten Bekasi

Foto: Lokasi Pekerjaan Proyek Perumahan Babelan Mas Permai Kabupaten Bekasi

BERITA BEKASI – Potensi kerugian Negara atau Keuangan Daerah dalam proyek pekerjaan infrasetruktur di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setiap tahun anggaran terus terulang tanpa adanya perubahan dan perbaikan.

Seperti proyek pengecoran Jalan Lingkungan (Jaling) Perumahan Babelan Mas Permai, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan yang dikerjakan CV. Razka Wijaya (WR) pada Selasa 2 Juli 2024 malam.

Anggaran yang bersumber dari Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi senilai Rp 199.170.000 tersebut disinyalir dikerjakan tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada Matafakta.com, Tim Investigasi LSM Lembaga Independen Anti Rasuah (LIAR), Saipul mengatakan, pada pelaksanaan pekerjaan jelas papan bekisting pemasangannya lebih rendah dari existing dengan keadaan posisi tengah lebih tinggi.

“Baru mulai perdana pekerjaan Jaling di Wilayah Kecamatan Babelan, pemasangan papan begisting aja dipendam dengan lapisan agregat tinggi ditengah,” kata Saipul, Kamis (4/6/2024).

Baca Juga :  Soal Migas Kota Bekasi, JNW: Baru Mau Nafas di Laporkan ke KPK, Nasib!

Saat dilokasi, lanjut Saipul, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Bidang PSU, mendatangi pekerjaan tersebut melakukan pengecekan pekerjaan mendapatkan hasil dengan ketebalan 8 centimeter.

“Kabid Disperkimtan sendiri Nurwahyo yang turun melakukan pengecekan ke lokasi mendapati ketebalan hanya 8-10 centimeter. Ya, rekanan kontraktor dilokasi kesannya malah tidak menghiraukan,” ungkapnya.

Dalam tinjauannya, Nurwahyo juga menegur agar rekanan kontraktor CV. Razka Wijaya memangkas lapisan agregat yang tidak kumpul ditengah (unduk unta) agar diseset rata untuk mendapatkan hasil ketebalan yang sesuai.

“Tapi, lagi-lagi teguran Kabid Disperkimtan dilokasi tersebut tidak dihiraukan sampai Nurwahyo pergi meninggalkan lokasi pekerjaan,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM LIAR Nofal mengatakan, setiap rekanan yang mendapatkan pekerjaan baik infrastruktur ataupun rehabilitasi dan rekontruksi, harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan RAB yang ada.

Baca Juga :  Soal Migas Kota Bekasi, JNW: Baru Mau Nafas di Laporkan ke KPK, Nasib!

“Jika ada rekanan yang tidak melakukan tugasnya atau pengerjaan sesuai dengan kontrak kerja dan RAB harus melakukan pembongkaran dan membangun ulang dari awal atau jangan dibayar,” tegas Nofal.

Perlakuan tegas ini, tambah Nofal, harus diberikan agar tidak ada pehak ketiga yang bermain dalam pengerjaan proyek, sehingga kualitas setiap proyek pembangunan yang ada di daerah Kabupaten Bekasi dapat terjamin kualitasnya.

“Kalau tidak sesuai RAB maka sesuai UU Nomor: 18 Tahun 1999, tentang Jasa dan Kontruksi, pihak terkait dapat memberikan teguran tertulis, penghentian sementara pekerjaan kontruksi, pembatasan kegiatan usaha, hingga pembekuan izin,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

Soal Migas Kota Bekasi, JNW: Baru Mau Nafas di Laporkan ke KPK, Nasib!
Asik Pasca Pemilu, Caleg PSI Kota Bekasi Plesiran ke Bali Bersam PPK dan PPS
Proyek Perumahan Sepatan 1, Menuai Sorotan Publik
Diduga, Oknum Advokat Kondisikan Perkara Bersama Hakim Agung Gazalba Saleh
Kinerja Jeblok, Beberapa Pejabat Esselon II Kota Bekasi Terancam Dimutasi
Gelar Nobar, Pj Walikota Bekasi Apresiasi Timnas U-23 dan Warga Kota Bekasi  
Tata Kelola Buruk, Proyek Pengelola Sampah “PSEL” Kota Bekasi Terancam Gagal  
32 Tahun, Alumni SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo Gelar Reuni Akbar
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB