Kasus Korupsi Timah, Mantan Gubernur Babel Diperiksa Pidsus Kejagung

- Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan Periode 2017-2022

Foto: Mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan Periode 2017-2022

BERITA JAKARTA – Penyidikan kasus korupsi pengelolaan tata niaga timah di wilayah IUP PT. Timah Tahun 2015-2022 bak akar serabut, menjalar kemana-mana.

Sejumlah pihak telah diperiksa dan ditahan oleh Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk suami dari selebritas Sandra Dewi, Harvey Moeis.

Kini Tim Penyidik Pidsus Kejagung, mengulik mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan periode 2017-2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ezaldi menjalani pemeriksaan Tim Penyidik Kejagung sebagai saksi dugaan korupsi pengelolaan tata niaga timah di wilayah IUP PT. Timah Tahun 2015-2022.

Turut diperiksa juga tiga Direksi perusahaan selaku mitra Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) PT. Timah yakni, HT selaku Direktur CV. Maria Kita, PSP selaku Wakil Direktur CV. Mineral Jaya Utama dan HS selaku Direktur CV. Jaya Mandiri.

Baca Juga :  Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Meski begitu, belum diketahui apa yang didalami oleh Tim Penyidik Kejagung dari ke-empatnya yang diperiksa sebagai saksi tersebut.

Namun tidak menutup kemungkinan upaya pemeriksaan dilakukan untuk mencari tersangka baru. Sejauh ini penyidik telah menetapkan 21 tersangka atas penyidikan kasus tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangannya juga tidak menjelaskkan terkait materi pemeriksaan maupun tujuan diperiksanya keempat saksi.

Dia hanya menyebutkan ke-empat saksi diperiksa Tim Penyidik untuk tersangka TN alias AN dan kawan-kawan, terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan tata niaga timah di wilayah PT. IUP PT Timah tahun 2015-2022.

“Pemeriksaan tersebut memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara tersebut,” kata Ketut yang dalam waktu dekat akan diganti Kajari Papua Barat, Harli Siregar sebagai Kapuspenkum Kejaksaan RI di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Baca Juga :  Pusat Data Nasional Diretas, Salah Peretas Atau Menkominfo?

Seperti diketahui dalam kasus timah Kejagung sejauh ini telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka. Selain dari pihak swasta juga para pejabat Dinas ESDM Provinsi Babel dijadikan sebagai tersangkanya.

Selain itu, Kejagung dalam rangka untuk mengembalikan dan memulihkan kerugian negara melalui Tim Penyidik telah menyita sejumlah barang-bukti dalam bentuk barang-barang bergerak maupun tidak bergerak dari para tersangkanya.

Antara lain sejumlah uang tunai, 55 unit alat berat dan 16 unit mobil. Kemudian menyita enam smelter di wilayah Bangka Belitung dengan total luas bidang tanah 238.848 M2 serta satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Tim Penyidik Kejagung juga telah melakukan pemblokiran terhadap 66 rekening dan 187 bidang tanah-bangunan. Terakhir sebuah rumah mewah milik tersangka Tamron di daerah Serpong, Banten disita.  (Sofyan)

Berita Terkait

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi
Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin
Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam
Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya
Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin
Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK
Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri
Pusat Data Nasional Diretas, Salah Peretas Atau Menkominfo?
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:09 WIB

Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:20 WIB

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 01:50 WIB

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WIB

Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  

Jumat, 19 Juli 2024 - 06:41 WIB

Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:36 WIB

Baru 20 Persen, Proyek Jembatan Muara Gembong PT. GMP Terancam Wanprestasi

Rabu, 17 Juli 2024 - 00:27 WIB

Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:28 WIB

Yusuf Blegur: Berisiko Tinggi Jika DPP PDI-P Merekom Tri Adhianto

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB