Nasib Ribuan Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Ada di Tangan Ketua MA

- Jurnalis

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan PT. Polo Ralph Lauren di Depan Gedung Makamah Agung

Karyawan PT. Polo Ralph Lauren di Depan Gedung Makamah Agung

“Nasib Ribuan Karyawan Polo dan Keluarga Ada di Tangan Ketua MA, minta Hakim Rahmi Mulyati Diganti”

BERITA JAKARTA – Ratusan perwakilan karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia (PRLI) masih terus mendatangi Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Mereka masih konsisten terus berjuang untuk menuntut keadilan dari lembaga yang dipimpin, Muhammad Syarifuddin itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentunya yang kita harapkan Yang Mulia Ketua MA untuk concern terhadap masalah ini,” ujar perwakilan karyawan, Janli Sembiring kepada wartawan, Senin (20/5/2024).

“Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut karyawan dari PT. PRLI dan PT. Manggala Putra Perkasa yang menaruh harapan di dalam perkara ini,” tambah Janli.

Perkara yang dimaksud ialah perkara Peninjauan Kembali (PK) PT. Manggala Putra Perkasa Nomor: 10 PK/Pdt.Sus-HKI/2024 dan Fahmi Babra Nomor: 15 PK/Pdt.Sus-HKI/2024.

“Kami, karyawan menuntut Hakim Agung Rahmi Mulyati yang mengadili perkara itu, diganti. Sebab, Hakim tersebut pada putusan sebelumnya ditingkat Kasasi dan PK, dianggap merugikan pihak PT. PRLI,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Saat berunjuk rasa, perwakilan karyawan sempat kembali diterima pihak MA. Perwakilan MA menyebut tuntutan pergantian Hakim Agung Rahmi sudah disampaikan ke Ketua MA. Tinggal apakah nantinya Syarifuddin memutuskan mengganti Rahmi apa-tidak.

“Mereka (perwakilan MA) menyerahkan sepenuhnya ditangan Ketua MA. Oleh karena itu, kami meminta kepada Ketua MA untuk segera bertindak mengganti Hakim Rahmi,” tutur Janli.

“Supaya tidak timbul kecurigaan, timbul dugaan-dugaan ada apa di MA,” sambung Janli berharap keadilan bisa tegak.

Janli menegaskan, bahwa perkara yang tengah diadili ini bukan sengketa perebutan merek antara pihak PT. PRLI dengan MHB melainkan adanya merek-merek milik PT. PRLI dan PT. Manggala Putra Perkasa yang seluruhnya dihapus.

“Tragisnya hanya menggunakan sertifikat fotocopy merek palsu dengan menambahkan kata POLO dan kata BY, dan sudah dihapus berdasarkan putusa Nomor: 140 tahun 1995,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kajari Pulau Taliabu Malut Nurwinardi Bertekad Basmi Korupsi

“Tapi ini bagaimana seseorang yang tidak memiliki merek tersebut, Polo, ditimbulkan jadi pemilik merek Polo by Ralph Lauren,” kata Janli kembali menegaskan.

Padahal, sangat jelas diputusan 140 tahun 1995 (merek milik MHB) adalah Ralph Lauren. Tidak ada kata ‘Polo’, tidak ada kata ‘by’ .

“Dan itu sudah dihapus (merek MHB),” lanjut dia, didampingi perwakilan Kuasa Hukum dari LQ Indonesia Law Firm dan Quotient TV, Putra Hendra Giri.

Selain meminta Hakim Rahmi diganti, karyawan juga meminta Badan Pengawas MA, Komisi Yudisial hingga KPK, memeriksa tiga hakim yang telah memutus PK. PT. PRLI Nomor: 9 PK/Pdt.Sus-HKI/2024.

“Putusan yang memenangkan MHB, tersebut dinilai bertentangan dengan dua putusan lain yakni putusan Nomor: 140/pdt.g/1995/PN.jkt.pst dan putusan MA Nomor: 3101 K/pdt/1999. Kami takkan berhenti mengawal kasus ini,” pungkas Janli. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak
Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla
Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol
Asset Sitaan Raib, Oknum Brigjen Whisnu Hermawan di Adukan ke Presiden
Banding KPK Diterima, Mantan Hakim Agung Gazalba Saleh Kembali Diadili
Penyidikan Perkara Korupsi PT. PGN Terus Berkembang
Jauh Dari Target 80 Senator, Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI LaNyalla Dinilai Gagal
Penderita Kanker Warga Kabupaten Bekasi Harapkan Pemerintah Buat Rumah Singgah
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:28 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 24 Juni 2024 - 11:00 WIB

Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:54 WIB

Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

Minggu, 23 Juni 2024 - 09:45 WIB

FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:19 WIB

Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:51 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:42 WIB

Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

Berita Terbaru

Foto: Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:32 WIB

Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI 2024-2029

Berita Utama

Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:09 WIB

Foto: Menkoinfo Budi Arie Setiadi (Kiri) dan Pakar Hukum, Abdul Fickar Hadjar (Kanan)

Berita Utama

Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol

Selasa, 25 Jun 2024 - 17:49 WIB