LPAI Banten Minta Pelaku Cabuli 7 Santriwati Dihukum Maksimal

- Jurnalis

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BERITA BANTEN – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati dilingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) kembali terjadi.

Ponpes yang beralamat di Kampung Ciboncah Landeuh RT004 RW01, Desa Kaung Caang, Kecamatan Cadasari, Pandeglang, Provinsi Banten tersebut, tengah ditangani Kepolisian.

Dalam kasus tersebut, tujuh santriwati menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan pengasuh Ponpes berinisial Z atau yang  disapa Mr. O.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada awak media, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Banten, H. Adi Abdillah mengatakan, kejadian yang memalukan ini terulang kembali di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca Juga :  AMPUH: Densus 88 Bukan Intai Teroris Malah Intai Jampidsus Kejagung

“Seorang pengasuh di Ponpes ternyata berakhlak Iblis, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap tujuh orang gadis santriwatinya,” ucap H. Adi, Selasa (14/5/2024).

Seyogianya, kata H. Adi, sebagai salah seorang tokoh agama mencerminkan prilaku yang baik dan menjadi teladan, bukan malah sebaliknya tidak memiliki ahlak.

“Miris kita mendengarnya ada pengasuh Ponpes berprilaku bejat yang melakukan pelecehan seksual terhadap santiwatinya,” ulas H. Adi.

Dikatakan H. Adi, kejadian yang menimpa korban itu sejak tahun 2022 dan meminta LPAI Provinsi Banten mendampingi para orang tua untuk membuat laporan ke Kepolisian.

Baca Juga :  Nasib Ribuan Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Ada di Tangan Ketua MA

“Kita mendesak Kepolisian, agar pelaku yang telah digiring oleh warga dan telah diamankan di Polres Pandeglang tersebut dihukum semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sehingga, lanjut H. Adi, ada efek jera supaya kedepannya kejadian yang memalukan ini, tidak lagi terus berulang khususnya dilingkungan pendidikan agama seperti Ponpes.

“Kita berharap tidak ada proses Restorative Justice atau JC pada kasus semacam ini. Kasus yang merusak masa depan anak,” pungkasnya. (Almira)

Berita Terkait

Pakar Menilai Sikap Majelis Hakim Tipikor Kasus Gazalba Saleh Melawan Akal Sehat
KSST Menduga Ada Markdown Dalam Lelang Saham PT. GBU Sebesar Rp9,7 Triliun
Bentuk Intimidasi, Alvin Lim Kritik Penguntitan Jampidsus Kejagung oleh Densus 88
AMPUH: Densus 88 Bukan Intai Teroris Malah Intai Jampidsus Kejagung
Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Karyawan Polo Ralph Lauren Indonesia
Advokat Alvin Lim Kritik Kinerja Polisi Terkait Kasus Vina Cirebon
Pengamat Politik Samuel F Silaen: Menanti PDI Perjuangan Jadi Oposisi?
Aktivis FM-D Nilai DPD-RI Cukup Sekali Saja di Pimpin LaNyalla Mattalitti
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 12:34 WIB

Sawer Biduan, FKMBP: Aksi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Tak Patut Dicontoh

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:24 WIB

Ini Klarifikasi Solihin Soal Tudingan Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:10 WIB

Berkedok Bimtek, Dana Desa Jadi Sasaran Empuk Oknum Dinas Raup Keuntungan

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:29 WIB

Waduh…!!!, Aksi Demo Mahasiswa, Pj Walikota Bekasi Sempat Dievakuasi Petugas

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:28 WIB

Ini Kata Pengamat UNISMA Soal Demo Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:45 WIB

Forum TKK Kota Bekasi Kompak Pasang DP Profil Pj Raden Gani Muhamad

Berita Terbaru

Foto: Aksi AKAMSI di Kantor BAPENDA Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Foto: Gedung Dispora Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB