Alvin Lim: Kejaksaan Agung Bersinar, Polri Malah Melempem

- Jurnalis

Jumat, 5 April 2024 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Alvin Lim, SH, MH (LQ Indonesia Law Firm)

Foto: Alvin Lim, SH, MH (LQ Indonesia Law Firm)

BERITA JAKARTA – Institusi Kejaksaan Agung (Kejagung) bersinar dengan adanya pengungkapan dan penahanan Crazy Rich Surabaya yang membobol emas antam dan Crazy Rich Jakarta, Helena Lim dan Harvey Moeis dalam kasus Tambang Timah Illegal dengan kerugian negara sekitar 271 triliun.

Hal itu, dikatakan Founder LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim yang mengatakan, fakta itu berbanding terbalik dengan Institusi Polri yang dinilainya makin mengalami kemunduran setahun terakhir.

“Saya kecewa sebagai Advokat dan Kuasa Hukum masyarakat. Dimana terlihat sekali kemunduran Polri. Contoh dalam kasus Ruko Lebak Bulus,” terang Alvin kepada awak media, Jumat (5/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkara itu, kata Alvin, sudah dibuat laporan polisi (LP) dan keluarnya surat perintah pengamanan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

“Tapi, ketika hari H, 48 polisi yang diturunkan Polri justru terpantau ngopi dan nonton kejadian pidana dan tidak sedikitpun berani menghadapi preman-preman jalanan. Dugaan pelanggaran etika oknum Polri itu sudah melaporkan ke Kadiv Propam,” jelas Alvin.

Baca Juga :  Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Sayangnya, lanjut Alvin, Laporan Propam itu, bukan diberi kan peringatan dan hukuman kepada oknum Polri yang melaksanakan tugas dan kewajibannya, malah Propam tidak melanjutkan semua Dumas yang dibuat dianduan.

“Menurut hemat dan opini hukum saya, bobroknya Propam Polri berperan penting atas terpilihnya Polri Indonesia sebagai Negara terkorup No. 1 di Asia Tenggara. Bagaimana tidak dari belasan laporan dugaan pelanggaran etik yang saya adukan ke Kadiv Propam, tidak ada satupun yang di proses,” ungkapnya kecewa.

Diduga keras para oknum Polri bisa dengan mudahnya kordinasi dan 86 dengan oknum propam agar tidak terkena tindakan disiplin dan disidang etik. Propam Polri jika tidak menindaklanjuti aduan sama aja dagelan kosong. Slogan Propam sebagai benteng terakhir Polri hanya pepesan kosong.

“Berbanding terbalik dengan Kejaksaan yang mulai menampakan prestasi, Kepolisian penuh dengan laporan polisi yang mandek dan banyaknya dugaan kriminalisasi. Sudah jelas pidananya tertangkap video tentang pembakaran Ruko Lebak Bulus disiang bolong tapi tidak bisa bertindak,” tegasnya.

Baca Juga :  Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Dikatakan Alvin, 48 Polisi yang ditugaskan mengawal pengamanan melihat adanya kejahatan dan pidana bukannya menangkap pelaku justru nonton dan ngopi seolah menonton video atau seperti di bioskop.

“Setelah di laporkan dugaan pelangaran etik. Malah Propam juga mandek, pelapor bahkan tidak diperiksa dan dimintain keterangan. Lalainya Kadiv Propam menyebabkan makin rusaknya institusi Polri. Tonton saja videonya jelas sekali, bukan fitnah,” ulas Alvin Lim.

Parahnya lagi, tambah Alvin, setelah di whatsapp dan dikomplain nomor ponselnya langsung diblokir oleh Kadiv Propam, Irjen Syahardiantono yang tidak berani menjawab komplainan masyarakat, dimana polisi sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

“Setelah saya komplain ke whatsapp beliau, nomor saya di blokir. Apakah ini tindakan Presisi seorang Jenderal Bintang 2?. Katanya, Polri sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, malah menghindar,” pungkas Alvin. (Indra)

Video lengkap kritikan Alvin Lim dapat ditonton di Youtube Quotient TV:

Berita Terkait

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk
Advokat Kondang Alvin Lim Buka Konsulting Keuangan Options Amerika
Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi
Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin
Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam
Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya
Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin
Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 19:42 WIB

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:28 WIB

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:29 WIB

Gerakan Perubahan Anggota DPD-RI Tolak La Nyalla Kembali Memimpin

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:19 WIB

Kejagung Tahan 7 Tersangka Korupsi Tata Kelola Emas 109 Ton PT. Antam

Jumat, 19 Juli 2024 - 08:00 WIB

Kantor JJ Simkoputera Dijaga Brimob, Netizen: Jadi Satpam Orang Kaya

Kamis, 18 Juli 2024 - 17:59 WIB

Stop Berikan Perpuluhan di GBI CK-7, Gereja Kaya, Pendeta Kaya, Jema’at Miskin

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:16 WIB

Diduga Kongkalikong Proyek IKN, Wantimpres Dilaporkan ke KPK

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:55 WIB

Bubarkan Polri, Alvin Lim: Masyarakat Sudah Muak Dengan Oknum Polri

Berita Terbaru

Kejaksaan Negeri Blitar

Berita Daerah

Kado HBA, Kejari Blitar Rilis Capaian Kinerja

Senin, 22 Jul 2024 - 08:24 WIB

Foto: Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma

Seputar Bekasi

Nyimak Politik di Kota Bekasi “Kepentingan Masyarakat atau Kelompok”

Minggu, 21 Jul 2024 - 23:59 WIB

Ilustrasi Judi Online

Berita Utama

APH Jangan Hanya Bisa Korbankan Wong Cilik, Tangkap Otaknya Donk

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:42 WIB

Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA)

Berita Daerah

KKM UNIBA Kelompok 63 Gelar Pengobatan Gratis di Sukajadi Carita

Minggu, 21 Jul 2024 - 19:16 WIB