Perkara Internal Bocor, Pelapor: Bobrok Sekali Sistem Itwasda PMJ

  • Bagikan
Foto Gelar Pekara Itwasda PMJ Mampang di IG Story Bocah 19 Tahun

BERITA JAKARTA – Korban dugaan penipuan dengan terlapor Natalia Rusli (NR) di Polres Jakarta Barat, kaget melihat gelar perkara internal polisi yang diadukannya bisa tayang di Instagram (IG) anak dari terlapor NR. Padahal, gelar perkara sifatnya internal dan rahasia, karena dirinya selaku pelapor saja tidak diundang hadir dalam gelar perkara tersebut.

Korban V dan para korban lainnya melaporkan NR atas dugaan penipuan dan penggelapan dimana para korban memberikan sejumlah uang sebagai lawyer fee yang diminta NR yang mengaku sebagai advokat yang ternyata setelah uang diberikan janjinya sebagai advokat yang bertanggungjawab terhadap kliennya, tidak pernah dijalankan.

Belakangan diketahui, NR yang mengaku sebagai advokat ternyata belum disumpah di Pengadilan Tinggi (PT) sebagai advokat serta ramainya pemberitaan ijazah Sarjana Hukum (SH) NR diduga bodong alias tidak terdaftar di Dikti, sehingga para korban merasa tertipu sehingga membuat laporan polisi di Polres Jakarta Barat dengan terlapor, Natalia Rusli.

Korban V mengungkapkan, awalnya laporan polisi lancar hingga naik sidik, tiba-tiba sekarang mandek, ternyata diketahui NR memiliki kedekatan dengan tiga orang oknum Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Metro Jaya yang meminta dilaksanakannya gelar internal diruang gelar perkara Itwasda.

“Gelar perkara ini, seharusnya internal dan rahasia penyidikan, namun anehnya NR seolah-olah menunjukkan kehebatan dia mengontrol oknum Polda Metro Jaya dan mampu menampilkan kondisi gelar perkara di IG anaknya Dylan Nathanael,” ungkap korban kecewa, Rabu (2/2/2022).

Dikatakan korban, bahwa jebolnya sistem Itwasda Polda Metro Jaya, telah membenarkan rumor adanya kedekatan NR dengan oknum Itwasda yang selama ini memang selalu diancamkan ke kami para korban. Dimana janji Kapolda Metro Jaya akan pembenahan jika kasus kami para korban penipuan advokat bodong, mandek karena kedekatan terlapor NR dengan oknum Itwasda.

“Itwasda yang seharusnya menjadi pengawas, kali ini dijadikan alat oknum untuk mempengaruhi jalannya proses penyidikan atas kehendak terlapor NR. Bagaimana ada keadilan di Polda Metro Jaya, jika begitu? Tolong Pak Kapolri Listyo Sigit dibantu atensi,” ucap korban.

Kaitan hal tersebut, Kabid Humas LQ Indonesia Law Firm Sugi mengungkapkan, LQ Indonesia Law Firm memberikan bukti otentik ke media berupa screen capture dari IG Dylan Nathanael yang diketahui adalah anak dari NR selaku Kuasa Hukum PT.  Mahkota Properti Indo Permata (PT. MPIP) terlapor dugaan investasi bodong, Raja Sapta Oktohari (RSO).

Seperti diketahui, NR sendiri tengah dipidanakan atas beberapa laporan polisi diantaranya dugaan ijazah palsu yang tidak terdaftar Dikti dan penipuan para korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya yang tidak dikerjakan kasusnya setelah NR menerima lawyer fee dari para korban investasi tersebut.

“Foto tersebut diperoleh dari korban LQ ke Hotline LQ Indonesia Law Firm di 0818-0489-0999. Dalam gambar tersebut terlihat dalam ruangan Itwasda di dalam Gedung Promoter Personnel Itwasda sedang gelar dengan penyidik Polres Jakarta Barat pada tanggal 9 November 2021 sekitar pukul 10:11 WIB pagi,” jelas Sugi.

Dikatakan Sugi, disinyalir NR memiliki kedekatan dengan 3 orang oknum petinggi Itwasda Polda Metro Jaya, sehingga mendapatkan akses dewa, selain bisa membawa handphone, NR juga bisa mendapatkan bocoran rahasia penyidikan yang seharusnya tidak didapatkannya sebagai terlapor dalam perkara tersebut.

“Melalui oknum Itwasda NR melaksanakan gelar perkara dan memanggil serta memeriksa penyidik manapun di wilayah PMJ yang memproses laporan polisi terhadap dirinya. Kami sudah ada saksi dimana melihat langsung NR ini memberikan uang ke 3 pejabat Itwasda namun tidak bisa merekam karena handphone dan rekaman semua diperiksa oleh sang AKBP,” sindirnya.

Kedekatan NR, tambah Sugi, dengan oknum Itwasda sekarang dipertontonkan ke publik dengan memfoto jalannya gelar perkara laporan polisi dugaan penipuan dengan terlapor NR di Polres Jakarta Barat dan memampangnya di media sosial milik anaknya, sang bocah 19 tahun Dylan Nathanael untuk menunjukkan bagaimana NR layaknya Kapolda Metro Jaya dan mampu mengendalikan personnel Polda Metro Jaya.

“Bapak Kapolri tolong ini di atensi, bagaimana Polri mau maju jika justru bagian pengawasan internal di isi oknum-oknum yang bermain kasus?,” pungkasnya. (Indra)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *