BPBD: Angin Kencang Tumbangkan Dua Pohon di Kota Bekasi

BERITA BEKASI – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat, ada dua pohon tumbang akibat angin kencang yang terjadi pada Selasa (23/11/2021) malam.

Anggota Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Bekasi Aditya Dwi Prabowo mengatakan, pohon tumbang terjadi di dua wilayah berbeda.

“Akibat angin kencang, ada dua lokasi pohon tumbang, pertama di daerah Medan Satria, kedua Bintara 8,” ujar Adit saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/11/2021).

Adit mengatakan, pohon tumbang tersebut sudah ditangani oleh BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi.

“Di Medan Satria ada laporan dari masyarakat setempat, kemudian ada teman kami juga yang di daerah setempat juga akhirnya melaporkan ke kami juga, lalu yang di Bintara 8 kebetulan ada teman-teman relawan juga menghubungkan ke damkar,” ujarnya.

Seperti diketahui, wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda angin kencang pada Selasa. Angin kencang itu sampai membuat pohon di sejumlah lokasi tumbang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, angin kencang itu sesuai dengan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG. BMKG mencatat, angin kencang itu terjadi di sejumlah wilayah sekitar pukul 18.30 sampai 19.00 WIB.

“Data pengamatan cuaca di beberapa titik pengamatan menunjukkan kondisi angin bertiup dengan kecepatan berkisar antara 28-46 KM/Jam di beberapa wilayah seperti Cengkareng, Kemayoran, Halim, dan Tanjung Priok,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Kuswanto, Rabu pagi.

Dari hasil analisis dinamika atmosfer, dapat diidentifikasi bahwa fenomena angin kencang tersebut terjadi karena adanya aliran massa udara yang cukup kuat dari wilayah Samudera Hindia sebelah barat Banten yang bertiup ke arah timur hingga di sekitar wilayah utara Tangerang dan Jakarta.

“Aliran massa udara yang cukup kuat tersebut dipicu secara tidak langsung oleh perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan sebagai dampak dari keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, termasuk adanya siklon tropis paddy,” kata Kuswanto.

Sistem siklon paddy juga membentuk pola low level jet dengan kecepatan angin lebih dari 25 knot (46 km/jam) yang memanjang dari Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga selatan Jawa Barat.

“Low level jet merupakan fenomena anomali angin kencang di sekitar lapisan troposfer, yang dampaknya secara tidak langsung terjadi Selasa petang kemarin,” tutur Kuswanto.

Kejadian fenomena angin kencang ini diprediksikan akan berkurang dalam 24 jam ke depan seiring dengan melemahnya siklon tropis paddy. Masyarakat diimbau untuk terus mewaspadai kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.

BMKG juga mengimbau warga melakukan antisipasi dengan memotong dahan dan ranting pohon yang sudah rapuh atau lapuk dan menguatkan atap rumah ataupun tiang-tiang seperti baliho untuk menghindari adanya korban dan kerusakan lainnya. (Adv Humas/Edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *