Format Bekasi Raya ‘Tegas’ Tolak Hasil Pelantikan PJ Bupati Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 22 Juli 2021 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Format Bekasi Raya: H. Apuk Idris

Ketua Format Bekasi Raya: H. Apuk Idris

BERITA BEKASI – Forum Silaturahmi Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat (Format) Bekasi Raya nyatakan sikap menolak hasil pelantikan Pj Bupati Bekasi, Dr. H. Dani Ramdan, MT.

Kepada Matafakta.com, Ketua Umum (Ketum) Format Bekasi Raya, H. Apuk Idris mengatakan, penolakan tersebut bukan tanpa dasar, karena Pj Bupati Bekasi yang dilantik bukan berasal dari kalangan pejabat dan warga Kabupaten Bekasi.

“Dengan ini, kami bersama para Tokoh, para AlimUulama dan Masyarakat Kabupaten Bekasi menyatakan sikap menolak hasil pelantikan Pj Bupati Bekasi yang notabene bukan dari kalangan pejabat dan warga Kabupaten Bekasi,” tegas H. Apuk, Kamis (22/7/2021).

Alasannya, kata H. Apuk, kami meyakini jika wilayah kami dipimpin pejabat dari luar akan semakin carut marut, baik dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 maupun tentang kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten Bekasi.

“Apalagi, setelah ditinggal mantan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja yang meninggal dunia, masih ada PR yang hingga saat ini belum selesai, termasuk belum terealisasinya pelantikan Wakil Bupati Bekasi terpilih yang menggunakan APBD dan atau uang rakyat,” ungkapnya.

Hingga hari ini, sambung H. Apuk, kami masih memantau dan mempertanyakan hasil dari uang rakyat yang dipakai untuk pemilihan Wakil Bupati Bekasi yang digelar DPRD Kabupaten Bekasi pada 18 Maret 2020 lalu.

“Kan sudah jelas APBD dimana penggunaan anggaran tersebut harus dipertanggung jawabkan DPRD melalui LKPJ Bupati Bekasi, tetapi prodak hukum Paripurna itu sampai saat ini belum juga dilakukan proses pelantikan Wakil Bupati terpilih, hal ini patut jadi catatan penting bagi pihak Provinsi Jawa Barat maupun Kementrian Dalam Negeri,” ingatnya.

Seperti kita ketahui, disaat bersamaan dengan Paripurna DPRD tentang pemberhentian Bupati Bekasi, karena meninggal dunia pihak Mendagri langsung mengeluarkan surat keputusan nama PJ Bupati. Lebih parahnya lagi, pejabat yang ditunjuk bukan dari kalangan pejabat Kabupaten Bekasi melainkan pejabat yang bertugas di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

“Oleh karena itu, kami jelas menolak Kabupaten Bekasi ini dipimpin oleh Pejabat luar, karena kami yakini tidak akan paham tentang culture dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Usman Supriyanto selaku Sekertaris Umum (Sekum) Format Bekasi Raya menambahkan, Pj Bupati Bekasi diduduki oleh pejabat dari Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, kami yakin akan tambah parah kondisi Kabupaten Bekasi ini, dimana potensi warga Bekasi tidak terakomodir dalam ajuan untuk menjadi Pj Bupati diwilayah kerjanya sendiri.

“Kami pesimis dengan Pj dari Pejabat Provinsi itu bisa menyelesaikan PR yaitu proses pelantikan Wakil Bupati yang proses pemilihannya di DPRD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan uang APBD yang notabene uang rakyat Bekasi,” ucap Usman.

“PJ Bupati dijabat bukan berasal dari Pejabat Bekasi sudah tentunya tidak akan paham dengan culture masyarakat Kabupaten Bekasi secara makro,” tambah Usman.

Oleh karena itu, masyarakat Bekasi sangat kecewa terhadap kebijakan Gurbernur dan Kemendagri terkait penempatan Pj dari pejabat luar, terlihat jelas seperti orang Bekasi tidak punya potensi untuk memimpin wilayah kerjanya sendiri yaitu menjadi PJ Bupati.

Dengan adanya kejadian ini, kami dari Forum Silaturahmi Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat Bekasi Raya menyatakan sikap kepada Gubernur Jawa Barat dan Kementrian Dalam Negri Republik Indonesia sebagai berikut:

1.Kami menolak atas hasil pelantikan PJ Bupati Kabupaten bekasi

2.Kami meminta penetapan PJ untuk Bocah Bekasi

3.Kami akan melakukan aksi penolakan terhadap penempatan Pj Bupati Bekasi

“Dari tiga point pernyataan sikap Format Bekasi Raya ini, dengan landasan, karena kami masyarakat Kabupaten Bekasi yang sangat paham akan wilayah kami jadi jangan jadikan masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai masyarakat marginal yang tidak paham akan wilayahnya sendiri,” pungkas Usman. (Hasrul/Mul)

Berita Terkait

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi
LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?
Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah
Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:59 WIB

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB