Gerakan Kembali ke Masjid, MPC PP Kabupaten Bekasi Salurkan Sajadah

BERITA BEKASI – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dibawah komando, H. Apuk Idris, menjalankan amanah Badan Pengusaha Pemuda Pancasila (BP3) dan Bidang Kaderisasi Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP).

Amanah BP3 dan MPN PP yakni, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila yang didukung Wakil Ketua Umum (Waketum), Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila yang kini dijabat, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau biasa disapa, Bamsoet.

Program kerja Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila yang digagas pengurus MPN PP dengan cara membagikan satu juta sajadah yang disalurkan ke Masjid, Musholah dan Pondok Pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) melalui Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pengurus tingkat Provinsi dan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pengurus tingkat Kabupaten dan Kota.

Kepada Matafakta.com, Ketua MPC PP Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris mengatakan, hari ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi sendiri telah menyalurkan sajadah ke Masjid Attaqwa, Kecamatan Karang Bahagia Mushola Al-Ikhlas, Pondok Pesantren Assyibiyan, Kecamatan Sukatani dan tempat lainnya yang ada diwilayah.

“Alhamdulilah hari ini, kami telah menyalurkan sajadah ke tempat-tempat ibadah dan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Bekasi, hal ini dilakukan sebagai bentuk menyukseskan progam kerja Pengurus Majelis Pimpinan Nasional yaitu Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila,” kata H. Apuk, Rabu (10/3/2021) malam.

Dikatakan H. Apuk, sesuai arahan Waketum Majelis Pimpinan Nasional, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila ini akan di launching pada 11 Maret 2021 di Kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta. Ditargetkan pembagian 1 juta sajadahnya bisa selesai pada Agustus 2021.

“Selain untuk menyambut Ramadhan yang jatuh pada April 2021, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan umat Islam dari pandemi Covid-19 mengingat bahan sajadah terbuat dari bahan khusus polyester anti air yang sangat efektif dan efisien pada kondisi Covid-19. Karena mudah dicuci, disemprotkan hand sanitizer, maupun mudah dibilas dan dikeringkan,” paparnya.

H. Apuk mengulas, Gerakan Nasional Kembali ke Masjid Pemuda Pancasila ini didukung penuh Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20. Selama pandemi Covid-19, berbagai Masjid tidak menyiapkan sajadah panjang yang bisa diakses umum. Karenanya masyarakat harus membawa sajadah sendiri jika ingin beribadah ke Masjid.

“Rata – rata jama’ah yang datang ke Masjid berada diusia rentan terpapar Covid-19, berusia 40 hingga 70 tahun. Melalui pembagian sajadah secara gratis ini, diharapkan dapat menekan resiko penularan virus Covid-19 diantara para jama’ah Masjid,” jelasnya.

H. Apuk Idris kembali menerangkan arahan dari Waketum MPN, walaupun bukan jaminan bisa seratus persen terhindar dari Covid-19, setidaknya pembagian sajadah ini telah menjadi ikhtiar yang patut dicontoh oleh berbagai kalangan masyarakat lainnya agar jamaah bisa melakukan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Pembuatan sajadah bekerja sama dengan pengrajin UMKM. Sehingga turut membantu geliat UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan membangkitkan kembali semangat para pengusaha garmen untuk melahirkan produk yang dapat digunakan secara aman dan nyaman selama pandemi Covid-19 ini,” pungkas H. Apuk idris mengulas ucapan, Bamsoet, (Hasrul/Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *