Disinyalir Bantuan BSPS dan P3A Pati Disunat Tim Penyelenggara

- Jurnalis

Rabu, 17 Februari 2021 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA PATI – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diusung Anggota Legislatif DPR RI asal Partai Gerindra, Sudewo ke tanah Bumi Mina Tani, disinyalir jadi ajang raup keuntungan para anggota tim lapangan dari pengurangan bahan material.

Salah satu Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pati mengaku, progam BSPS atau yang biasa dikenal program ‘Bedah Rumah’ masing – masing penerima manfaat harus dipangkas sebesar Rp500 ribu dalam bentuk pengurangan bahan material pada toko material yang sudah ditunjuk untuk bekerjasama.

“Ya, sebenarnya dapat anggarannya Rp17,5 juta. Kalau penerima bantuan mendapatkan material dari toko material yang sudah ditunjuk pihak atau Ketua Kelompok yang ada di Desa untuk ngurusi program itu,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Selain bantuan Bedah Rumah atau BSPS, bantuan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga dipotong sebesar 10 persen. Bantuan untuk P3A itu langsung ditransfer ke rekening Kelompok Tani dengan nilai anggaran sekitar Rp200 juta.

“Kalau bantuan P3A itu langsung masuk ke rekening Kelompok Tani, anggarannya kurang lebih Rp200 juta. Kemarin yang masuk ke Desa saya Hartono mantan DPRD Kabupaten Pati asal Partai Gerindra. Informasi yang saya dengar juga dipangkas 10 persen,” pungkasnya. (BJB)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB