Hujan Deras Tenggelamkan Jalur Rel Hingga 10 Centimeter

- Jurnalis

Senin, 18 Januari 2021 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Rel Kereta Api

Lokasi Rel Kereta Api

BERITA SEMARANG – Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Minggu 17 Januari 2021 kemarin, mengakibatkan luapan air melewati jalur KA di KM 22+700 sampai 23+100 antara Stasiun Brumbung dan Tanggung.

Kahumas PT. KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menyampaikan, berdasarkan informasi Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Tanggung bahwa di KM tersebut telah terjadi luapan arus air yang cukup deras hingga menenggelamkan jalur rel KA sepanjang 400 meter dengan kedalaman setinggi 10 cm diatas kepala rel (kop rel).

“Dengan kondisi jalur yang terendam air mengakibatkan perjalanan KA terganggu, bahkan untuk sementara tidak bisa dilalui KA,” kata Krisbiyantoro kepada Matafakta.com, Senin (18/1/2021).

Dengan penuh kewaspadaan petugas PT. KAI dari unit jalan rel dan jembatan Resort 4.20 Kedungjati memeriksa kondisi jalur yang terendam air tersebut. Memang cukup sulit, karena arus air sangat deras dengan debit air yang besar menerjang jalur KA di KM tersebut.

Diketahui akibat dari derasnya arus air yang menerjang jalur rel, terjadi gogosan atau batu balas kricak hanyut terbawa arus air sedalam 75 cm.

“Jalur KA koridor Semarang – Solo terhalang dan Ka-KA yang seharusnya melewati rute tersebut dialihkan perjalanannya lewat Stasiun Tegowanu hingga Stasiun Gambringan dan memutar ke arah selatan menuju Stasiun Gundih,” tutur Krisbiyantoro, Senin (18/1/2021).

Untuk KA-KA yang dialihkan yakni KA Matarmaja, KA Brantas dan KA Joglosemarkerto dari kedua arah.

“Kami PT KAI DAOP 4 SEMARANG mohon maaf atas terjadinya gangguan perjalanan KA kemarin. Namun pagi ini pukul 06.00 WIB sudah bisa dinaikkan dengan kecepatan sampai dengan 20 KM/jam,” pungkasnya. (Nining)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB