Hasil Survey, Istri Koruptor Calon Kuat Terpilih Jadi Bupati Mojokerto

BERITA MOJOKERTO – Tim Sukses Pasangan Calon (Paslon) Ikfina Fahmawati–Muhammad Al Barra (IKBAR) mengklaim jika Paslon yang didukungnya memiliki tingkat elektabilitas teratas dibandingkan Paslon lainnya. Klaim kubu IKBAR ini didasarkan hasil survey dari The Republic Instutute.

“Hasil survey dari lembaga survey independent The Republic Institute untuk IKBAR sudah mencapai 59,2 persen, Pung-Titik 17,1 persen dan Yoko-Nisa 16,7 persen. Sedangkan masyarakat yang belum menentukan pilihan sebanyak 7 persen,” kata Ketua Tim Sukses IKBAR, Santoso, Kamis (12/11/2020)

Calon Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati yang dikatakan mempunyai elektabilitas tertinggi yakni 59,2 persen merupakan istri dari mantan Bupati Mojokerto sebelumnya, yakni Mustofa Kamal Pasa yang menjabat 2 periode, yakni 2010 -2015 dan seharusnya periode kedua menjabat tahun 2016-2021.

Namun, pada tahun 2019, Mustofa Kamal Pasa Suami dari calon Bupati Ikfina Fahmawati ini pada 21 Januari 2019, oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur, divonis hukuman penjara selama 8 tahun karena perkara korupsi.

Terkait hasil Survey yang menyatakan bahwa Ikfina adalah yang mempunyai elektabilitas tertingi dibanding calon lainnya, tampaknya Santoso belum puas dengan hasil survey ini.

Sebab, sambung Santoso, mestinya dari upaya-upaya yang sudah dilakukan Paslon Nomor Urut Satu dan timnya minimal mendapatkan hasil survey 65 persen.

“Akan tetapi, saat ini kita masih mencapai 59,2 persen. Tapi, hasil ini melampaui jauh dari pasangan calon lain,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika lembaga survey independent yang digawangi Sufyanto, doktor alumnus Unair itu berbasis akademis. Metodenya pun menggunakan metode ilmiah.

Survey dilakukan terhadap perilaku memilih di Kabupaten Mojokerto pada tanggal 5-18 Oktober 2020, dengan jumlah responden sebanyak 800 pemilih dan margin of error yaitu 3,2 persen.

“Teknik sampling survei yaitu dengan multistage random sampling, di mana sampel dipilih secara berjenjang dari tingkat Kecamatan, Desa, RT, RW sampai KK. Sehingga dengan teknik ini semua pemilih di Kabupaten Mojokerto memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai responden penelitian,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Santoso, pada survey yang pertama, 5 bulan yang lalu, IKBAR hanya mendapatkan 21 persen.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan survey yang terakhir jelang Pemilu 9 Desember 2020 untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan IKBAR sebagai bahan evaluasi kami setelah melakukan kampanye di 6 Desa yang setiap harinya total kita menemui 2.000 orang,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *