BERITA JAKARTA – Entah lagi suntuk tidak punya duit atau salah pergaulan. Satu cewek ABG dan dua bocah lelaki sudah berani jadi bandit jalanan. Modusnya pun meniru penjahat kawakan, memelas berlagak minta tolong. Ketika pemilik warung lengah, mereka menggasak tabung gas melon langsung kabur.
Apes, dua dari trio bocah ini berhasil dibekuk massa di Kawasan Jalan Aria Putra, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), setelah diteriaki maling. “Ampun om, jangan dibawa ke polisi. Kami tobat, baru kali ini mencuri,” rengek si cewek saat diinterogasi massa.
Gadis remaja (13), ini terus menerus mewek, begitu pula dengan temannya cowoknya yang masih berusia (12). “Tolong om, lepaskan kami. saya Janji nggak maling lagi, sumpah om,” ucap remaja yang di kedua lengannya dihiasi tato.
Sedangkan rekannya yang mengendarai motor lolos dari kejaran massa. Tapi amarah massa yang sudah memuncak, membuat cowok ABG itu mendapat bogem mentah berkali kali. “Belagu nggak mau nyolong lagi, lihat tuh tato mu, mirip penjahat,” bentak seorang warga.
Massa pun berteriak, ’bakar, bakar!’ Bersamaan itu datang Anggota Babinsa Koramil 03 Ciputat, Pelda Nata Kusuma. “Hampir diamuk massa, karena massa berteriak agar dibakar, tapi berhasil kami redam dan meminta polisi datang,” ujar Nata.
Tak lama berselang mobil patroli polisi datang. Cowok cewek ABG ini kemudian diangkut ke Polsek Pamulang dengan barang bukti tabung gas melon yang gagal dicuri dan sebuah gitar kecil.
Pemilik warung Firda (22) menjelaskan, ulah jahat boca-bocah itu terjadi sekitar pukul 19:10 WIB, ketika ketiganya boncengan satu motor singgah ke warung kelontong yang juga menjual bensin eceran.
Dua bocah itu turun menghampiri berlagak meminta belas kasih dengan menawarkan handphone untuk dijual. “Satu cowok di atas motor, dua lainnya mau menjual HP seikhlasnya, tapi saya bilang enggak punya uang,” kata Firda, Rabu (11/11/2020).
Mendapat jawaban itu, si cewek kemudian memelas meminta bensin setengah liter untuk mengisi tangki motor mereka. Lantaran berniat menolong, ibu muda bergegas ke belakang mengecek stok bensin.
“Sambil ke belakang, panggil suami, karena orangnya itu bertato, saya gemetar juga. Saya balik lagi dan bilang ‘bensinnya nggak ada mas’, terus mereka lari ke temannya, sambil berkata, ‘udah yuk, bensin udah ada, ayo jalan, jalan, cepatan jalan,’ menyuruh kawannya ngegas motor,” sambungnya.
Ketika suaminya datang, dia melihat tabung 3 kilogram berkurang satu. Saat ketiganya tancap gas, Firda melihat salah satunya menyembunyikan tabung gas. “Suami saya lalu mengejar sambil berteriak maling maling,” kata ibu muda satu anak ini.
Lantaran kondisi jalan saat itu padat dengan kendaraan, suami Firda dapat menyergap dua bocah yang dibonceng. Spontan warga sekitar turun tangan menyergap ketiga pelaku. Tapi, si bocah yang mengemudikan motor lolos, sedangkan dua temannya berhasil ditangkap,” pungkasnya. (Yon)






