Peradi dan MK Gelar Bimtek Advokat

BERITA JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi (MK), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020.

Acara ini merupakan kegiatan pertama sejak Otto Hasibuan terpilih sebagai Ketua Umum DPN Peradi, Rabu 7 Oktober 2020 lalu. Ratusan advokat anggota Peradi antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Jadi kami sangat senang dan bangga terhadap MK, karena memberikan kesempatan kepada advokat-advokat Peradi, kali ini 400 orang, melalui Zoom, melalui daring. Ada terwakili 87 cabang, yang 48 cabang lagi, sangat complain kepada kami memang. Karena, baru satu jam dibuka, langsung penuh. Jadi luar biasa,” kata Otto di Sekretariat DPN Peradi, Grand Slipi Tower, Jakarta Barat, Selasa (10/11/2020).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 10-12 November. Dengan mengikuti bimtek itu, peserta bisa meraih ilmu berperkara di MK secara cuma-cuma.  Otto pun, mengapresiasi MK atas sinerginya dengan Peradi.

“Mahkamah Konstitusi juga sudah menunjukkan kemuliaannya, karena terbukti banyak advokat-advokat yang berminat untuk menjadi advokat-advokat yang bisa berpraktik di Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

“Ini tentunya, MK memberikan partisipasi yang luar biasa. Bayangkan acara ini gratis loh, semua peserta nggak bayaran satu rupiah pun. Pengajar-pengajar juga itu tidak ditanggung siapa pun, mungkin Mahkamah Konstitusi yang menanggung. Jadi memang Mahkamah Konstitusi luar biasa,” sambung profesor kehormatan tersebut.

Sementara, Ketua Harian DPN Peradi R Dwiyanto Prihartono, mengatakan bimtek digelar guna meningkatkan kualifikasi anggota. Terutama bagi mereka yang hendak berperkara di institusi pimpinan Anwar Usman.

“Harapan ke depan, advokat Peradi memiliki pengetahuan yang baik dalam hal menangani perkara-perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah setelah mengikuti bimtek,” kata Dwiyanto.

Adapun pendaftaran bimtek sebelumnya dibuka secara online. Tujuannya agar seluruh anggota Peradi di berbagai penjuru Tanah Air, bisa berpartisipasi. Mengingat terbatasnya jumlah kursi, pendaftaran ditutup setelah kuota terpenuhi.

“Calon peserta yang secara aktif mendaftar memiliki peluang untuk mengikuti Bimtek. Verifikasi juga dilakukan agar sesuai persyaratan. Pendaftaran dibuka pada tanggal 26 Oktober 2020 dan dalam hitungan beberapa jam, kuota ternyata sudah terpenuhi,” tandas Ketua Panitia Bimtek, Srimiguna. (Yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *