Polda Jateng Amankan 97 Orang Demo Anarkis Tolak UU Cipta Kerja

Polda Jateng

BERITA SEMARANG – Aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja yang dilakukan buruh dan mahasiswa pada Rabu 7 Oktober 2020 menyisakan sejumlah kerusakan fasilitas umum.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, beberapa fasilitas publik dan sarana kepolisian juga telah dirusak massa.

“Gerbang gedung DPRD Provinsi Jateng dirusak massa demo di Semarang. Di Sukoharjo, truck Satpol PP dan Pos Polisi dibakar massa di Pekalongan mobil dinas Kominfo dan mobil Binmas Polres Pekalongan tak luput dari amuk massa. Para demonstran juga merusak lampu taman kota,” kata Iskandar, Jumat (9/10/2020).

Iskandar menyatakan, kepolisian akan menindak tegas massa yang berlaku anarkistis saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Sebab hal ini, merupakan tindak kriminal yang harus ditindak.

“Hingga Jumat sore, Polda Jawa Tengah telah mengamankan puluhan orang yang diduga sebagai pelaku anarkis dalam demo, 4 orang diantaranya telah diproses hukum dengan Pasal 170, 212 dan 216 KUHP di Polrestabes Semarang,” ungkapnya.

Disampaikan, jumlah yang diamankan dalam 2 lokasi Unras yakni di Kartosuro dan perempatan Pemda sebanyak 5 orang, 3 diantaranya merupakan pelajar, sudah dikembalikan dan dilakukan pembinaan dengan memanggil orangtuanya.

“Telah diamankan 97 orang yang diduga pelaku anarkis. 4 orang berinisial IAN, MAM, IRF, NAA kami proses hukum di Polrestabes Semarang. Sementara, 11 orang anggota kami mengalami luka dan dari pendemo ada 11 orang mengalami luka-luka,” ujarnya.

“Para Pelaku tindak anarkis ini akan dijerat dengan Pasal 212, 216, 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun,” tambahnya.

Diketahui hingga Jumat siang, Kapolda Jateng masih memantau demontrasi di depan Grand Artoz Magelang dan menyatakan situasi telah terkendali.

“Tidak ada masyarakat yang boleh mengganggu dan merusak fasilitas umum, sudah kami bubarkan dengan protap Kapolri mulai dari tim Dalmas, Sabhara, sampai pasukan anti huru hara Brimob, karena eskalasi sudah meningkat anarkis,” tegas Kapolda.

Meski telah terjadi aksi demontrasi, namun Kapolda Jateng menegaskan, bahwa daerah Jawa Tengah secara umum kondusif. (Nining)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *