Polisi Gelar Rekontruksi 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2020 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekontruksi Klinik Aborsi

Rekontruksi Klinik Aborsi

BERITA JAKARTA – Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) menggelar rekonstruksi kasus klinik aborsi illegal di Kawasan Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).

Dalam rekonstruksi itu, 10 orang tersangka memperagakan sebanyak 63 adegan mulai perencanaan, penindakan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan.

Kepada awak media, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, dari 63 adegan ada lima TKP yang dilakukan di dalam klinik aborsi ilegal tersebut. Dimana dibagi dalam 4 pelaksanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimulai dari tahap perencanaan, pasien merencanakan kemudian menghubungi wabsite aborsi tersebut. Kemudian tahap persiapan dimulai dari pasien diterima di pintu depan sampai masuk ke ruang tindakan.

Selanjutnya, tahapan penindakan aborsi oleh oknum dokter dan tim medis lainnya. Dan tahap terakhir adalah pasca penindakan yaitu menghilangkan barang bukti.

“Kumpalan-kumpalan darah (janin) tersebut dibuang tersangka ke dalam kloset untuk menghilangkan barang bukti dan lanjut pemulihan si pasiennya,” ujar Calvijn.

Kemudian, dari 63 adegan dibagi dalam 5 lokasi. Lokasi ini semuanya diadegankan di lokasi klinik aborsi ilegal yang merupakan rumah kontrakan.

“Dan semua tersangka diperankan sendiri tanpa peran pengganti. Kecuali TN yang merupakan pacar RS hingga menggugurkan janinnya,” tuturnya.

Menurut Calvijn, dalam perencanaan, tersangka RS memberi tahu pacarnya TN bahwa dia hamil. RS dan TN kemudian sepakat melakukan aborsi dan mendapatkan informasi soal klinik di Percetakan Negara itu lewat internet.

“RS membuka website serta mendaftar dan bertemu tersangka lainnya, yakni pekerja di rumah aborsi,” ungkap Calvijn.

Selanjutnya, RS diantarkan oleh sang pacar ke klinik untuk melakukan aborsi dan berlanjut ke tahap pelaksanaan. Disana, RS mulai melakukan aborsi dengan dibantu tersangka DK.

Setelah sempat tawar menawar harga, mereka sepakat biaya aborsi sebesar Rp4 juta. Proses aborsi itu dilakukan menggunakan alat vakum.

“Tahapan penghilangan barbuk tanpa bahan kimia, dimana dokter membuang gumpalan darah ke toilet diruang tindakan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sebelumnya, Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, mengamankan 10 orang dari klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Rabu 9 September 2020. Selama 3 tahun beroperasi, omset klinik ini mencapai Rp10,9 miliar lebih.

Ke-10 tersangka adalah LA, (52) pemilik klinik dan DK, (30), Dokter aborsi, NA (30), registrasi pasien dan kasir, MM (38), tindakan USG, YA (51), membantu dokter, RA (52) penjaga klinik, LL (50) membantu dokter, ED (28), cleaning service dan jemput pasien, SM (62) melayani pasien dan RS, 25 pasien aborsi,” pungkasnya. (Yon)

Berita Terkait

Sudah Setor Uang, Puluhan Korban Kena PHP Oknum LH Kota Bekasi
Polres Kabupaten Bekasi Diminta Respon Laporan Polisi Korban Asusila
47 Hari, Polres Kabupaten Bekasi Belum Juga Bekuk Guru Ngaji Pelaku Asusila   
Pelaku Pemalsu Plat Dinas TNI Ditangkap di Pondok Kelapa Jakarta Timur
Polda Jateng Bersama Bea & Cukai Gerbek Rumah Produksi Narkoba
LQ Menduga Ada Keterkaitan Sentratama Investasi Berjangka Dengan Sentratama Investment Future
Ditresnarkoba Polda Jateng Musnahkan 47,8 Kg dan 34.743 Pil Ekstasi
Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkotika Melalui Kunjungan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:13 WIB

Pasca Pemberitaan Proyek Conblock SDN 02 Kebalen Dadakan Pasang Plang

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:04 WIB

Pengurus PWI Bekasi Raya Bakal Dilantik 26 Juni 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:55 WIB

DBMSDA Kota Bekasi Kembali Anggarkan Rp1,8 Miliar Proyek Sumur Resapan

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:07 WIB

Soal Sudah Adanya SK Pj Bupati Bekasi, FKMPB: Putusan Belum Final

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:29 WIB

FKMPB Yakin Sekda Dedy Supriadi Jabat Posisi Pj Bupati Bekasi

Kamis, 16 Mei 2024 - 00:47 WIB

KSM LSM GMBI Babelan: Ada Proyek “Conblock Siluman” di SDN 02 Kebalen

Selasa, 14 Mei 2024 - 17:28 WIB

Ketua PWI Bekasi Minta Penyidik Polres Dalami Kasus Pengacaman Wartawan

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:26 WIB

Ratusan PHL Kali Asem Kembali Datangi Pemkot Bekasi

Berita Terbaru

Foto: Agus Budiono (Dewan Pembina TEAM GARUDA-08, Bekasi Raya

Berita Utama

TEAM GARUDA-08 Bekasi Raya Kecam Rocky Gerung Hina Prabowo

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:40 WIB

SDN 02 Kebalen

Seputar Bekasi

Pasca Pemberitaan Proyek Conblock SDN 02 Kebalen Dadakan Pasang Plang

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:13 WIB

Foto: PWI Bekasi Raya

Seputar Bekasi

Pengurus PWI Bekasi Raya Bakal Dilantik 26 Juni 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:04 WIB

Foto: Sumur Resapan

Seputar Bekasi

DBMSDA Kota Bekasi Kembali Anggarkan Rp1,8 Miliar Proyek Sumur Resapan

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:55 WIB