Puluhan Warga Kalibuntu Probolinggo Sambangi RSUD Waluyo Jati

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2020 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kalibuntu

Warga Kalibuntu

BERITA PROBOLINGGO – Puluhan warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Brobolinggo, karena tidak terima soal dua warganya yang divonis positif virus Corona atau Covid-19 pihak RSUD, Rabu (2/9/2020) malam.

Mereka juga menolak dua pasien tersebut, dibawa ke Rumah Karantina, yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Gugus Tugas Satgas Covid-19 setempat.

Aksi warga sempat diwarnai adu mulut, karena mereka memaksa masuk ke dalam Rumah Sakit dihalangi sejumlah petugas Kepolisian dari Polres Probolinggo dan Polsek Kraksaan di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dua warga Desa Kalibuntu yang dinyatakan positif yakni, seorang wanita paruh baya berinisial SI dan seorang laki-laki dengan inisial KK.

Sebelum dirawat di RSUD Waluyo Jati, keduanya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Graha Sehat di Kecamatan Kraksaan.

Menurut keluarga pasien, Hermanto, di Rumah Sakit Graha Sehat, keduanya didiagnosa sakit lambung dan paru-parunya kotor.

Namun setelah dirawat selama 5 hari di RSUD Waluyo Jati, mereka justru divonis terpapar wabah virus Corona atau Covid-19.

“Kenapa sekarang sama pihak RSUD Waluyo Jati dinyatakan terpapar Covid-19 dan mau dipindah ke ruang isolasi khusus pasien Corona. Saya ngak mau, karena bukan sakit Corona,” tegas Hermanto, Kamis (3/9/2020).

Emosi warga akhirnya reda setelah Samsul Arifin, tokoh masyarakat Desa Kalibuntu, turun tangan memediasi dan memberikan pemahaman. Warga akhirnya mau meninggalkan Rumah Sakit berplat merah tersebut.

“Memang pemahaman warga Kalibuntu tentang Covid-19 masih awam. Saya kasih penjelasan bahwa Covid-19 sangat berbahaya. Seandainya pasien positif dibawa pulang maka bahaya ke warga lain,” jelasnya.

Jika peduli dengan masyarakat lain, kami minta ikuti aturan Pemerintah dengan Protokol Kesehatan. Karena, wabah Covid-19 ini sangat berbahaya dan bisa menularkan ke orang lain.

“Alhamdulillan setelah diberi penjelasan, warga Desa Kalibuntu legowo pulang. Karena memang masih awam pengetahuan tentang wabah virus Corona ini,” pungkasnya. (Nining)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB