Adakah Fenomena Mudik Dengan KA Tahun 2020?

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2020 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SEMARANG – Dengan dibatalkannya 15 Kereta Api (KA) mulai awal April 2020 lalu, PT. KAI terus mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di pemerintahan Indonesia.

Menurut Manager Humas PT. KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, banyak wilayah yang sudah menerapkan isolasi mandiri di daerahnya, sehingga berdampak pula pada okupansi KA.

Bahkan Kepala Daerah ada yang sudah melayangkan surat kepada Direktur Utama PT. KAI untuk tidak mengoperasikan KAnya ke wilayah tertentu. Tentu saja hal ini menjadi salah satu faktor penting untuk mengambil langkah dalam pembatalan suatu KA oleh pihak PT. KAI.

“Diharapkan para Kepala Daerah yang berada di wilayah kerja Daop 4 Semarang mulai dari Tegal hingga Cepu, juga ke arah selatan sampai dengan Gundih, dapat juga melayangkan surat kepada PT. KAI terkait pembatasan mobilitas atau arus orang yang masuk di wilayahnya, melalui transportasi Kereta Api,” ungkap Krisbiyantoro dalam rilisnya, Jumat (3/4/2020).

Sementara, Direksi PT. KAI meneruskan arahan dari Presiden dan Menko Kemaritiman & Investasi RI dalam rapat terbatasnya, bahwa tidak ada larangan untuk mudik, tetapi orang yang mudik berstatus ODP. Hal ini tentu akan menjadi perhatian bersama dalam mensikapinya.

Kemudian pembatasan okupansi KA maksimal 50 persen dalam rangka physical distancing, dengan sistem blok seat pada pengaturannya. Hal physical distancing ini berlaku juga meskipun ada hubungan sebagai pasangan, saudara ataupun keluarga.

Selanjutnya, pegawai BUMN dan anak perusahaan, ASN dilarang mengambil cuti atau mudik. Dalam hal ini tentu kerjasamalah yang diharapkan untuk bersama mengatasi masalah Covid-19 ini.

“Masyarakat hendaknya sadar, bahwa permasalahan yang dihadapi negara saat ini bukanlah hanya tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan kerjasama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB