Butuh Perhatian, Sebagian Aset Pemprov Jateng Mangkrak

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2020 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SEMARANG – Masih ada sebagian aset milik Pemprov Jateng dalam kondisi mangkrak yang artinya tidak dikelola dengan maksimal, sehingga butuh perhatian khusus.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Jateng, Henry Wicaksono saat diskusi Prime Topic yang bertema ‘Pengelolaan Aset Mangkrak’ di Hotel Noormans Semarang, Senin (16/3/2020).

“Andai aset daerah bisa dioptimalkan, maka kontribusi terhadap pendapatan akan naik,” ujarnya.

Menurut dia, masih banyak balai milik Dispertan yang pengelolaan asetnya belum optimal.

“Kendalanya karena tersandung aturan, sehingga belum bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Namun ada juga aset yang sudah optimal seperti beberapa hotel, tapi kontribusi terhadap pendapatan daerah masih rendah,” terang dia.

Dikatakan, saat Komisi C DPRD Jateng melakukan studi banding ke Provinsi Sumsel di Kota Palembang, ada beberapa aset yang memang harus dikerjasamakan, sehingga mampu mendongkrak pendapatan daerah.

“Detailing dalam kerjasama pihak ketiga itu perlu dipertegas sehingga ada unsur pendapatannya. Jika ada aset yang mangkrak, memang butuh dikelola dengan baik,” tandas dia.

Dirinya berharap, Pemprov bisa memikirkan hal itu agar bisa berkontribusi.

“Aset itu tidak semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah, akan tetapi juga bisa berfungsi optimal jika bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Dan apabilà aset itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, maka harus dikelola khusus,” tukasnya.

Sementara Adi Raharjo selaku Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jateng mengatakan, ada 3 fungsi dalam pengelolaan aset.

Diantaranya sambung Adi, difungsikan untuk penyelenggara negara atau digunakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelayanan publik, dan pendapatan daerah.

“Saat ini total nilai aset yang dimiliki Pemprov Jateng sekitar Rp36,7 triliun untuk 10.713 bidang tanah dan 21.327 gedung bangunan di 35 Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Sedang untuk aset yang mangkrak, tercatat ada 91 unit dimana ada 35 unit aset dengan status disewa, 22 unit statusnya pinjam pakai, 2 unit berstatus kerjasama pemanfaatan dan 37 unit aset yang akan dibuat objek wisata.

“Jika aset itu hilang, sangat merugikan negara,” pungkas dia. (Nining)

BeritaEkspres Group

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB