Jaya Suprana: Jangan Gusar Soal Kampanye Wisata Halal

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2020 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaya Suprana

Jaya Suprana

ADA saja pihak yang gusar ketika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio memaklumatkan program kampanye “Wisata Halal” di Pulau Bali.

Menparekraf dianggap berniat meng-Islamkan Pulau Dewata yang mayoritas penduduknya umat Hindu. Jika Wisata Halal berniat intoleran maka saya pribadi yang kelahiran Denpasar dan penggemar sate babi Bali akan ikut protes Menparekraf.

PROMOSI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun setelah dicermati lebih seksama, sebenarnya tujuan kampanye Wisata Halal sama sekali bukan promosi agama Islam!. Wisata Halal juga tidak berniat mewajibkan seluruh rumah makan di Bali hanya boleh menyediakan makanan halal.

Kampanye Wisata Halal sekedar mempromosikan rumah-makan dan hotel yang menyediakan makanan halal bagi umat Islam tanpa memaksa mereka yang bukan Muslim untuk menjadi Mualaf sebelum menikmati hidangan halal yang disajikan.

Marokko sebagai negara pertama yang melakukan kampanye Wisata Halal jelas bukan ingin meng-Islamkan mayoritas warganya yang sudah Islam.

Promosi Wisata Halal di Marokko bertujuan mengundang para wisatawan Muslim dari luar negeri untuk berbondong bondong datang ke Marokko demi menikmati hidangan halal khas Marokko.

SERTIFIKASI

Departemen Pariwisata Republik Rakyat China yang komunis juga gencar promosi Wisata Halal di daratan China.

Sementara Taiwan Tourism Information Center memasang iklan satu halaman berwarna di sebuah majalah Indonesia dengan slogan “Welcome To Muslim-Friendly Taiwan!” dengan sesumbar “From halal-certified hotels to hundreds of delicious halal restaurants, Taiwan is ready to welcome Muslim travellers” berhias empat gadis cantik berjilbab sedang asyik selfie berlatar belakang pohon-pohon Cherry sedang bersemi.

Di Italia yang mayoritas penduduknya umat Katolik kerap tampak restoran memajang papan promosi makanan kosher untuk masyarakat Yahudi dan makanan halal untuk umat Islam.

INDENTITAS

Pada prinsipnya tujuan sertifikasi halal analog restoran memajang papan promosi Vegetarian Food sekedar menginformasikan kepada para vegetarianis bahwa resto bersangkutan menyediakan makanan vegetarian.

Chinese Restaurant jelas bukan bertujuan men-chinakan masyarakat setempat namun sekedar sebagai identitas bahwa restoran tersebut menyediakan hidangan China tanpa memaksa konsumen untuk menjadi Chinese.

Sama halnya dengan Indian, Japanese, Vietnamese, French, German, Scandinavian, Italian Restaurant et cetera sama sekali tidak memiliki niatan bersifat SARA namun hanya mempromosikan jenis hidangan yang mereka sajikan.

“Menarik, jarang ada rumah makan menyebut dirinya sebagai English Restaurant. Mungkin karena tidak ada yang istimewa pada masakan Inggris?”.

Insha Allah, segenap pemaparan sejatinya tujuan Wisata Halal dapat bermanfaat bagi para Islamofobiwan agar tidak gusar terhadap kampanye Wisata Halal. (Usan)

Jakarta, Senin 2 Maret 2020

Oleh: Jaya Suprana (Penulis adalah penganut falsafah hidup untuk makan bukan sebaliknya)

Berita Terkait

Maknai Hari Pahlawan, Ini Kata Ketua RW di Bekasi Sahid Sutomo
Tawon Vespa Resahkan Warga Kampung Walahir Kabupaten Bekasi
Soal Video Mumtaz, Pengamat: Hanya Mengejar Elektabilitas Digital Semata
Dapat Rutilahu, Warga Karang Reja Pebayuran Ucapkan Terimakasih
Kasus Isoman, Walikota Bekasi Kumpulkan Para Pejabat Pemkot Bekasi
Kades Cipayung Bekasi H. Ajan Ajak Masyarakat Giat Bersih Lingkungan                
Yayasan Baraka Tersendat Biaya Perakitan Lamborghini Veneno
Hutang Rp150 Miliar Infrastruktur Apakah Sebuah Solusi?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Juni 2024 - 07:28 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Diminta Tangkap Mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi

Senin, 24 Juni 2024 - 11:00 WIB

Waduh…!!!, Perusahaan Daftar Hitam UI Menangkan Lelang di Kota Bekasi 

Senin, 24 Juni 2024 - 09:54 WIB

Ini Kata Delvin Chaniago Soal Rencana Penyuluhan Petugas Damkar Kota Bekasi

Senin, 24 Juni 2024 - 08:53 WIB

Soal Pembatalan Proyek PSEL, JNW: Bisa Aja Mantan Walikota Bekasi Ngelesnya!

Minggu, 23 Juni 2024 - 09:45 WIB

FKMPB: Peran Kepala Bidang di Dinas Kabupaten Bekasi Mandul  

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:19 WIB

Bentuk Dinasti, LSM LIAR Desak Inspektorat Audit Desa Pantai Harapan Jaya

Jumat, 21 Juni 2024 - 13:51 WIB

Pj Walikota Bekasi Raden Gani Resmi Batalkan Proyek PSEL Kota Bekasi

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:42 WIB

Harus Pulangi Rp4,7 Miliar, JNW: Proses Hukum Menanti Dispora Kota Bekasi     

Berita Terbaru

Foto: Alvin Lim, SH, MH

Berita Utama

Kasus Vina Cirebon Vs Jessica Bukti Penegakan Hukum Sudah Rusak

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:32 WIB

Deklarasi Paket Pimpinan DPD-RI 2024-2029

Berita Utama

Langgar Kode Etik, BK DPD-RI Diminta Berikan Sangsi Tegas LaNyalla

Selasa, 25 Jun 2024 - 18:09 WIB

Foto: Menkoinfo Budi Arie Setiadi (Kiri) dan Pakar Hukum, Abdul Fickar Hadjar (Kanan)

Berita Utama

Pakar: Pemain Judi Online Adalah Pelaku Kejahatan Bukan Korban Judol

Selasa, 25 Jun 2024 - 17:49 WIB