Dirreskrimum PMJ, Bongkar Sindikat Mafia Tanah Senilai Rp85 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2020 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Jajaran Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) kembali mengungkap sindikat mafia tanah. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan memalsukan sertifikat tanah milik korbannya.

Dalam kasus ini, polisi membekuk tujuh orang tersangka, berinisial RH, AY, HP, SD, BM, DO dan DE. Sementara dua tersangka berinisial N dan D masih diburu pihak kepolisian.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Kasus ini berawal dari laporan korban, Indra Hosein yang akan menjual tanah dan rumahnya di Kawasan Jakarta Selatan seharga Rp70 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirreskrimum Kombes Pol Suyudi Ario Seto

Kemudian tersangka D berpura-pura ingin membeli rumah korban dan meminta melakukan pengecekan ke aslian sertifikatnya kepada notaris. Namun ternyata notaris tersebut notaris bodong yang sengaja disiapkan oleh komplotan pelaku.

“Ternyata notaris ini bodong, dengan nama kantor notaris Idham. Nah di sana tersangka RH mengaku sebagai notaris. Lalu ia memeriksa sertifikat tanah korban,” kata Nana kepada awak media di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakpus, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga :  Pelaku Pemalsu Plat Dinas TNI Ditangkap di Pondok Kelapa Jakarta Timur

Kemudian, sambung Nana, korban dan tersangka DR mendatangi Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN), untuk mengecek keaslian sertifikat tersebut. Namun ternyata tanpa sepengetahuan korban, DR menukar sertifikat asli tersebut dengan sertifikat palsu.

“Setifikat yang asli ini disimpan oleh tersangka DR, lalu yang palsu di serahkan kepada korban, yang saat itu di wakili oleh saudara Lutfi,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Nana, DR menyerahkan sertifikat asli ke DO dan A. Lalu keduanya bertemu seorang rentenir dan mengaku sebagai pemilik sertifikat tersebut, dengan bermodal KTP ilegal yang dibuatnya melalui oknum kantor Kelurahan.

Mereka akhirnya meyakinkan rentenir tersebut jika sertifikat tersebut miliknya. Keduanya lalu mengagunkan sertifikat tersebut senilai Rp11 miliar.

“Kedua belah pihak akhirnya sepakat dan uang Rp11 miliar itu di ditransfer ke rekening bank Danamon. Lalu ditarik tunai untuk diserahkan ke tersangka AY dan N,” katanya.

Baca Juga :  Pelaku Pemalsu Plat Dinas TNI Ditangkap di Pondok Kelapa Jakarta Timur

Korban, kata Nana, baru sadar telah menjadi korban penipuan saat seseorang hendak membeli rumahnya. Saat dilakukan pengecekan di BPN korban pun kaget jika sertifikat miliknya palsu.

“Korban baru sadar kalo sertifikatnya ini palsu ketika ada orang yang mau beli rumahnya. Saat di cek ke BPN ternyata dokumen setifikatnya palsu,” tuturnya.

Total kerugian dari sindikat ini ditaksir mencapai Rp85 miliar, termasuk kerugian korban Rp70 miliar serta sertifikat rumah diagunkan ke rentenir sebesar Rp11 miliar dan beberapa pinjaman lainnya.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 264 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan atau Undang-Undang republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3,4,5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” pungkasnya. (Yon)

Berita Terkait

Pelaku Pemalsu Plat Dinas TNI Ditangkap di Pondok Kelapa Jakarta Timur
Polda Jateng Bersama Bea & Cukai Gerbek Rumah Produksi Narkoba
LQ Menduga Ada Keterkaitan Sentratama Investasi Berjangka Dengan Sentratama Investment Future
Ditresnarkoba Polda Jateng Musnahkan 47,8 Kg dan 34.743 Pil Ekstasi
Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkotika Melalui Kunjungan
2 Bulan Buron, Penipu Jual Beli Bibit Lobster Dibekuk Polres Jepara
AWIBB Desak Polres Lebak Banten Tangkap Pelaku Pengeroyokan Wartawan
KORPRI Pelita Bangsa dan RPA Pertanyakan Kasus Pelecehan Anak di Cibitung Bekasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 19:07 WIB

Menangkan Buronan, Karyawan PT. PRLI Minta 3 Hakim MA Diusut

Minggu, 21 April 2024 - 15:26 WIB

Alvin Lim Laporkan Brigjen Wisnu Hermawan Atas Dugaan Kaburnya Bos Investasi

Minggu, 21 April 2024 - 12:04 WIB

Nitizen Soroti Rumah Presiden PKS Saat Dikunjungi Anies Baswedan

Jumat, 19 April 2024 - 19:29 WIB

Tak Profesional, Alvin Lim Laporkan Penyidik Dirtipideksus Mabes Polri

Jumat, 19 April 2024 - 13:34 WIB

LQ Indonesia Law Firm Bakal Gelar Aksi Dengan Korban Net-89 dan Indosurya

Kamis, 18 April 2024 - 20:10 WIB

Pengamat: Menanti Keputusan MK Ekstra Ordinary White Crime Kekuasaan

Kamis, 18 April 2024 - 15:59 WIB

Masyarakat Gerbek Markas Judi di Semarang, Alvin Lim: Kemana Polisi?

Kamis, 18 April 2024 - 12:51 WIB

Tagih Hutang Rp104 Miliar, Keluarga Cendana Digugat Perusahaan Singapura

Berita Terbaru

Foto: Ade Muksin Terpilih Jadi Ketua PWI Bekasi Raya

Seputar Bekasi

Ade Muksin Terpilih Jadi Ketua PWI Bekasi Raya Periode 2024-2027

Rabu, 24 Apr 2024 - 13:01 WIB

Aksi Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Indonesia di Mahkamah Agung

Berita Utama

Menangkan Buronan, Karyawan PT. PRLI Minta 3 Hakim MA Diusut

Selasa, 23 Apr 2024 - 19:07 WIB