Di Semarang, Perceraian Murtad Naik Dua Kali Lipat  

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2020 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA SEMARANG – Pengadilan Agama (PA) Kota Semarang menyatakan bahwa setiap tahun perkara perceraian yang masuk selalu meningkat. Pihaknya menemukan fenomena murtad menjadi salah satu penyebab perceraian. Hal itu, disampaikan Panitera Muda Hukum, Tazkiyaturrobihah di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2020).

Kepada Matafakta.com, Tazkiyaturrobihah mengungkapkan, pada 2019 lalu, jumlah perceraian karena murtad naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018 ada 19 perkara masuk karena murtad.

“Sedangkan 2019 naik seratus persen lebih jadi 40 perkara. Paling banyak terjadi bulan September, ada 8 perkara masuk,” ujarnya,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, dalam catatan PA Kota Semarang yang paling banyak mengajukan permohonan cerai murtad adalah pihak suami.

Baca Juga :  Sah! Agus Alam Kausal Pimpinan Kejari Kepulauan Yapen

“Jadi istri sebelum menikah beragama non-muslim. Kemudian dia masuk Islam dan menikah secara Islam. Namun setelah menikah pasangan tersebut ditempa berbagai persoalan hingga akhirnya satu pihak kembali ke agama asal,” ungkapnya.

Kami kata, Tazkiyaturrobihah, sedikit prihatin atas fenomena ini. Di PA Semarang, termasuk tinggi. Sebaiknya agama dipelajari secara kaffah. Jangan hanya dijadikan untuk melegalkan pernikahan dengan pasangan.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab perceraian diantaranya yang paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus dari pasangan suami istri.

Menurut Tazkiyaturrobihah, Kota Semarang termasuk wilayah paling tinggi kasus percerainnya. Perkara masuk dari awal tahun sampai 31 Desember 2019 ada 3.821 perkara.

Baca Juga :  Sah! Agus Alam Kausal Pimpinan Kejari Kepulauan Yapen

“Jumlah ini naik 8 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 3.534 perkara. Kasus perceraian paling banyak dari Kecamatan Pedurungan, kedua Kecamatan Semarang Barat,” terang Tazkiyaturrobihah.

Disàmpaikan, pada 2019 kasus cerai karena gugat di Pengadilan Agama Kota Semarang masih menjadi yang tertinggi yakni sebanyak 2.617 perkara. Sedangkan cerai karena talak hanya 836 perkara.

“Selain faktor pertengkaran, meninggalkan salah satu pihak dan faktor ekonomi menjadi urutan ke 2 dan ke 3,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang

Berita Terkait

Sah! Agus Alam Kausal Pimpinan Kejari Kepulauan Yapen
Emak-emak Siap Andra Soni Gubernur Banten Periode 2024-2029
Siap Jadi Wakil Khofifah, Untari Deklarasi Koalisi Rakyat Bersatu Jawa Timur
Soal Netralitas Pilkada, POKJA SUBARAYA Soroti Pejabat dan ASN Jawa Barat
Pj Walikota Malang Diperiksa Kajari Terkait Dugaan Penggelapan Aset
Tokoh Pemuda Apresiasi Terbentuknya Organisasi BAPER Tangsel
DPC Demokrat Ponorogo Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati Maupun Wakil Bupati
PKS dan PBB Jatim Dukung Politikus PDIP Sri Untari Maju Dalam Pilgub Jatim
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 00:44 WIB

Kurangi Volume Pekerjaan, LSM LIAR: CV. Meriall Incosyaira Rugikan Negara

Selasa, 18 Juni 2024 - 00:23 WIB

Warga RT 01 Perum VGH Kebalen Gelar Pemotongan Hewan Qurban

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:57 WIB

JNW: Penilaian Tata Kelola Keuangan Pemkot Bekasi Terjun Bebas

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:38 WIB

PSSI Kabupaten Bekasi Gelar Kongres Biasa Tahun 2024

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:31 WIB

Kelas VI SDN Pasirsari 05 Cikarang Selatan Gelar Acara Perpisahan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 16:50 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pertamina EP Tambun Field Inisiasi Sosialisasi Proklim

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:12 WIB

FKMPB: Pungutan Perpisahan SMPN 5 Tambun Selatan Kangkangi Permendikbud

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:15 WIB

KPU Kabupaten Bekasi Rekrut Pantarlih Pilkada 2024

Berita Terbaru

Warga RT 01 RW 024 Villa Gading Harapan (VGH) Gelar Pemotongan Hewan Qurban

Seputar Bekasi

Warga RT 01 Perum VGH Kebalen Gelar Pemotongan Hewan Qurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 00:23 WIB

Foto: Ilustrasi

Seputar Bekasi

JNW: Penilaian Tata Kelola Keuangan Pemkot Bekasi Terjun Bebas

Minggu, 16 Jun 2024 - 11:57 WIB

PSSI Kabupaten Bekasi

Seputar Bekasi

PSSI Kabupaten Bekasi Gelar Kongres Biasa Tahun 2024

Minggu, 16 Jun 2024 - 08:38 WIB

SDN Pasirsari 05, Kecamatan Cikarang Selatan

Seputar Bekasi

Kelas VI SDN Pasirsari 05 Cikarang Selatan Gelar Acara Perpisahan

Minggu, 16 Jun 2024 - 08:31 WIB