Baru 3 Bulan, Lampu PJL Disperkimtan Kabupaten Bekasi Sudah Mati

- Jurnalis

Senin, 4 November 2024 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Single Stang

Foto: Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Single Stang

BERITA BEKASI – Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma mempertanyakan kualitas lampu yang digunakan terkait proyak Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) yang belum lama dipasang sudah banyak yang mati.

“Perasaan baru tiga bulan dipasang lampu PJL khususnya di Perumahan, sudah banyak yang mati,” terang Indra, Senin (4/11/2024).

Dikatakan Indra, di Kecamatan Babelan sendiri ada 25 lokasi sebanyak 850 titik yang dikerjakan PT. Rahman Tehnik Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp9.713.630.000.00.

“Kalau dilihat dari nilai anggarannya untuk pemasangan proyek PJL satu Kecamatan aja nilainya cukup fantastis Rp9 miliar lebih. Itu baru untuk satu Kecamatan,” ujarnya.

Namun sayangnya, lanjut Indra, lampu PJL dari Disperkimtan Kabupaten Bekasi yang dipasang diwilayah rasa-rasanya kualitasnya tidak sebanding dengan nilai anggaran.

“Lampu yang bagus kaitan dengan penerangan jalan umum itu biasanya bertahan sampai 2 tahun tidak dalam hitungan bulan begini, sudah mati,” ulasnya.

Dengan fakta itu, Indra mendugaa, PT. Rahman Teknik Perkasa tidak mengerjakan proyeknya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau nilai kontrak yang sudah disepakati.

“Perlu juga diperiksa apakah pekerjaannya sudah sesuai dengan nilai kontrak seperti merk lampu, kulitas besi stang, kabel dan lainnya. Khwatir ngerakit sendiri,” sindirnya.

Menurut Indra, jika terbukti pihak ketiga tidak cukup hanya mengembalikan kerugian Negara lalu selesai, tapi juga harus dilanjutkan keranah hukum agar tidak menjadi kebiasaan.

“Proyek Pemerintah itu begitu kalau sudah jadi temuan BPK biasanya pihak ketiga kontraktor cukup mengembalikan kerugian udah beres, makanya prilaku itu terus berulang,” imbuhnya.

Parahnya lagi, kata Indra, nilai kerugian yang sudah ditetapkan sesuai perhitungan BPK itu masih dapat keringanan atau bisa dicicil dan bahkan bisa dinegosiasi.

“Ini perlu menjadi perhatian sebab Negara dan masyarakat telah dirugikan dengan nilai yang sudah dikeluarkan, tapi tidak mendapat kualitas yang sesuai dan barang sudah terpasang,” ulasnya.

Untuk itu, tambah Indra, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data ada beberapa nama perusahaan yang bergerak diproyek PJL di Kabupaten Bekasi yang luput dari perhatian.

“Supaya tidak menjadi kebiasaan. Jangan main-main dengan proyek yang dibiayai Negara yang notabene adalah uang rakyat. Bila sudah lengkap kita akan segera laporkan,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi
LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?
Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah
Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:59 WIB

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB