Bursa Kapolri, Rekam Jejak Komjen Agus Paling Layak

- Jurnalis

Jumat, 1 Januari 2021 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rajamin, SE

Rajamin, SE

BERITA JAKARTA – Jika rekam jejak, Komjen Pol Agus Andrianto adalah sosok yang sangat pantas menjadi Kapolri. Sebab, perwira tinggi Polri ini memiliki rekam jejak yang mumpuni. Tak hanya mampu mengungkap kasus kasus pelik, tapi sejak menjadi Kapolsek pun sudah dicintai masyarakat dimana dia bertugas.

“Saya merasa beliau sangat pantas memimpin Polri, karena rekam jejaknya mumpuni. Banyak kasus kasus besar di Sumut yang teratasinya secara baik,” kata Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Sumut, Rajamin Sirait ketika berbincang dengan Matafakta.com, Jumat (1/1/2021).

Menurut Rajamin, rekam jejak yang terpenting adalah dia mampu mengayomi masyarakat sejak masih menjabat sebagai Kapolsek. Ini catatan sangat penting, karena beginilah polisi sesungguhnya yang kita harapkan. Dicintai masyarakat.

Dikatakan Rajamin, sebagai Mitra Polri dia terus mengikuti rekam jejak semua mantan Kapolda Sumut, termasuk Jendral Sutanto. Banyak ilmu yang diterima Komjen Agus dari mantan Kapolri tersebut dan banyak peristiwa besar yang menggemparkan dapat diselesaikan Komjen Agus.

Dia mencontohkan, bentrok berdarah Nommensen pada 2000 silam. Saat itu, Agus menjabat sebagai Kasat Reskrim. Kapolda Sumut kala itu, Jenderal Sutanto yang memberikan wewenang penuh untuk mengusut kejadian yang menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia.

“Mas Agus (Kabaharkam) mampu mengurai akar permasalahan peristiwa. Saya juga dilibatkan ketika itu. Hasilnya, peristiwa itu bukan sebuah tindakan yang salah, tapi merupakan salah satu ekses kejadian brutal,” ujarnya.

Kerja Agus lainnya adalah saat teror bom Gereja menghantui warga Medan. Terornya beruntun dari satu Gereja ke Gereja lain. Komjen Agus, salah satu orang yang berhasil melakukan pencegahan, sehingga tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Padahal ketika itu belum ada pengetahuan soal bom.

Atas instruksi yang diberikan Jenderal Sutanto, mantan Kapolsek Sumbul itu, lantas mengambil tindakan pencegahan.

“Dengan membuat sekat-sekat dan mengoptimalkan patroli serta tindakan-tindakan lain, sehingga teror bom parsel itu tidak terjadi,” kenang Rajamin.

Artinya, sambung Rajamin, Sumatera Utara ketika itu lolos dari ancaman pecahnya konflik horizontal yang merupakan keberhasilan dari kerja beliau.

Usai dimutasi ke Jawa Timur, keduanya jarang bertemu. Namun sepengetahuan Rajamin, disana, Komjen Agus menemui guru sekaligus bapak baginya. Karakter Agus, diakuinya, mengcopy paste mantan Kapolri Jenderal Sutanto.

Di Dirtipidum Mabes pun, Agus menunjukkan kualitasnya sebagai penegak hukum yang mengedepankan profesionalitas.

“Kasus Ahok juga beliau yang menangani dan hasilnya berhasil diselesaikan secara bijak,” ungap Rajamin.

Selain itu, Agus juga dinilai berhasil mengamankan Pilpres 2019 lalu. Sebelumnya, Agus menjabat Waka Polda Sumut. Dia berperan sebagai waka yang baik hingga akhirnya diamanahi jabatan Kapolda. Dialah orang pertama yang jadi Kapolda dari Waka.

“Tugas berat selanjutnya, sebagai Kapolda, adalah penyelenggaraan Pilpres. Itupun berhasil dan berlangsung aman, tidak ada gangguan dan konflik,” ulasnya Rajamin.

Agus mampu membuat Polsek sejajaran Polda Sumut bersikap netral dan kompak kala Pilpres. Pendekatan kepada masyarakat dan komunitas yang digalang Agus untuk menciptakan Kamtibmas pun patut diacungi jempol.

Nilai lebih Agus lainnya adalah, mampu menekan angka kejahatan di masyatakat. Contohnya di Sumbul. Agus mampu menghidupkaan perpolisian masyarakat.

“Masyarakat diajarkan untuk menjadi polisi pada diri sendiri. Ini yang sebenarnya diperlukan, karena rasio jumlah polisi dengan masyarakat sangat terbatas. Jadi, ajarkan agar masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” urai Rajamin.

Hasil maksimal perangkulan yang dilakukannya terhadap masyarakat, beber Rajamin, saat meninggalkan jabatan sebagai Kapolsek di Sumbul, Dairi, Sumut, Komjen Pol Agus muda pun diantar oleh tokoh masyarakat ke tempat dinasnya yang baru.

“Bayangkan, saat masih Kapolsek saja beliau sudah membuat masyarakat mencintainya sebagai polisi. Dan itu, dibuktikannya hingga beliau menjadi Kapolda. Penjaga mesjid, bilal mayat, tukang becak, semua merasa senang atas sikap beliau,” papar Rajamin lagi.

Dari sederet keberhasilan tersebut, Rajamin menyebut Komjen Agus Andrianto pantas dan patut menjadi Kapolri. Meski dia mewanti-wanti bukan kapasitasnya menetapkan siapa Kapolri nantinya.

Pengalaman demi pengalaman keberhasilan seorang Agus Andrianto itu sebetulnya dapat dijadikan tonggak awal untuk membenahi independensi Polri ke depan.

“Rakyat berharap pada kepemimpinannya. Polri punya wajah baru yang menjunjung tinggi nilai integritas dan menjadikan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” pungkasnya. (Yon)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan
Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta
Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim
Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli
Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!
Viral Sebut Istri Polisi Ustadz Dipaksa Klarifikasi Soal Anaknya Ngerokok
OTT Depok, Reformasi Moral dan Diamnya Presiden 
Astara Studio Terapkan BIM “Hadirkan Kepastian Desain dan Konstruksi Lebih Terukur”

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Mahasiswa KKN Tim II Undip Tata Ulang Data Kelembagaan & Batas Wilayah Desa Jambanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Hukum dan Jurnalistik: Dua Profesi, Satu Pertarungan Mencari Fakta

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:01 WIB

Kepala Daerah Terbukti Melakukan Korupsi Menjadi Alasan Pemberat Bagi Hakim

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:38 WIB

Ini Kata Silaen Soal Omon-omon Pejabat Sok Tegas dan Sok Peduli

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:44 WIB

Pejabat Seringkali Lemparkan Pernyataan Seolah Rakyat Bodoh dan Tolol!

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB