Polri Pastikan Meninggalnya Tahanan Teroris Asal Solo di RS Karena Sakit

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2020 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen Pol Awi Setiyono

Brigjen Pol Awi Setiyono

BERITA JAKARTA – Bagus Kurniawan (26) terduga teroris yang merupakan tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Rutan Mako Brimob Cikeas, Jawa Barat, meninggal dunia. Bagus menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 2 Juni 2020 di Rumah Sakit Polri TK I R Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, sebelum Bagus meninggal, dia lebih dulu mengeluh meriang, mual dan muntah pada Senin 1 Juni 2020 sekitar pukul 10.21 WIB. Tak lama kemudian, Bagus langsung diberikan pertolongan pertama oleh tim medis yang berada di tahanan.

Dikatakan, pukul 10.31 WIB tahanan dibawa ke ruang medis Blok A yang didampingi langsung salah satu petugas kepolisian untuk diperiksa oleh tim medis. Hasil pemeriksaan kesehatan, tekanan darah 110/70, suhu badan 36 derajat, nadi 120x per-menit dan diberikan obat sesuai yang dibutuhkan korban.

“Pada pukul 10.45 WIB dari hasil pemeriksaan tim medis berkonsultasi dengan dokter, untuk tahanan Bagus agar dirujuk ke RS Polri Kramat Jati. Kemudian pada pukul 11.20 WIB, Bagus dibawa ke RS Polri Kramat Jati dengan dikawal tim medis anggota Brimob dan tim piket,” ujar Awi, Sabtu (6/6/2020).

Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.12 WIB, Bagus langsung dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk segera diberikan tindakan medis. Tak lama kemudian, Bagus pun langsung ditempatkan di ruang perawatan.

Namun, pada Selasa 2 Juni 2020 sekitar pukul 12.33 WIB, Bagus menghembuskan nafas terakhirnya. Sementara, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter pada saat masuk ke rumah sakit, Bagus memiliki tekanan darah 120/70, nadi 103, RR 20, suhu 38,3. Dari hasil rontgen dada, terlihat adanya cairan di pleura kanan dan langsung mendapat terapi sesuai klinis.

“Sebelum meninggal dunia, Bagus dalam keadaan panas tinggi mendadak. Bagus terlihat sesak nafas dan penurunan kesadaran, sehingga dilakukan pertolongan pertama. Namun, saat itu tidak ada perubahan,” ungkap Awi.

“Pasien meninggal dengan diagnosa pihak rumah sakit yaitu prolong fever+sepsis susp, meningitis+efusi pleura. Penyebab kematian pasti disarankan untuk pemeriksaan dalam atau otopsi,” sambung Awi.

Untuk jenazah Bagus sendiri kini sudah dimakamkan di Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah dibawa pihak keluarga pada Kamis 4 Juni 2020 dengan adanya surat penolakan untuk dilakukan otopsi dari keluarga, karena berdasarkan dari pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan.

Untuk diketahui, Bagus telah menjadi tahanan Rutan Cabang Mako Brimob, Cikeas, Jawa Barat sejak 27 November 2019. Dia ditahan, karena terjerat dugaan kasus tindak pidana terorisme pada 3 Juni 2019. Untuk berkas perkara Bagus, saat ini sedang menunggu tahap 2 dari JPU yang rencananya akan dilimpahkan tahap 2 pada tanggal 12 Juni 2020.

Untuk perjalanan terhadap Bagus yang memiliki hasrat untuk menjadi teroris sejak tahun 2014, saat itu, Bagus sudah tertarik dengan kelompok Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) yang dia ketahui melalui media sosial Facebook.

Kemudian pada tahun 2015, Bagus bergabung dengan salah satu kelompok teror yang sudah memiliki rencana akan menyerang kantor polisi atau personel Polri yang berada di Solo, Jawa Tengah.

Sebelum melakukan penyerangan, mereka lebih dulu melakukan Idad atau persiapan berupa latihan fisik maupun keterampilan menembak menggunakan senapan modifikasi spirtus amunisi Gotri. (Nining)

Berita Terkait

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat
Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran
Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham
Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift
Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi
Ngamuk Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan di Sukabumi Dibekuk Polisi
Hercules TNI AU Bawa Bantuan Presiden Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
Terjunkan Tim Alfa, TNI Percepat Penanganan Karhutla Way Kambas

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:18 WIB

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Senin, 14 September 2026 - 19:12 WIB

Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran

Selasa, 8 September 2026 - 15:36 WIB

Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham

Kamis, 3 September 2026 - 07:45 WIB

Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift

Rabu, 2 September 2026 - 11:11 WIB

Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB