Tim Pengacara Kasus Pembunuhan Debt Colecktor di TMP Kalibata Jadi Korban Intimidasi

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Tim Penasihat Hukum terdakwa perkara dugaan pembunuhan debt colector di Taman Makan Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi korban intimidasi sekelompok orang, Jumat (24/7/2026).

Intimidasi verbal dilontarkan sekelompok orang hingga petugas pengamanan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kepolisian dan TNI berhasil mengamankan advokat dari intimidasi sekelompok orang tersebut.

Insiden intimidasi ini menimpa jajaran pengacara resmi, yakni Ilhamaganta, SH, Margono, SH, Andreas Sembiring, SH dan Putu Darmiani, SH.

Mereka para Penasehat Hukum dihadang dan diserang secara frontal oleh sekelompok massa dari wilayah timur usai keluar dari ruang sidang bahkan masih mengenakan atribut toga lengkap.

Situasi mencekam sudah mulai terbangun sejak agenda pemeriksaan para saksi berlangsung di hadapan Majelis Hakim. Dalam ruang sidang, keributan dan riak-riak protes dari pengunjung sudah pecah akibat ketidakpuasan massa terhadap jalannya pembuktian dan perdebatan hukum.

Tensi emosional di dalam ruangan terus meningkat hingga berubah menjadi aksi intimidatif. Kelompok massa mulai melontarkan kata-kata kasar dan makian yang sangat menekan psikologis serta memberikan rasa trauma mendalam bagi Tim Penasihat Hukum.

Begitu sidang resmi ditutup oleh Majelis Hakim, situasi yang sudah panas langsung meledak. Berdasarkan kesaksian dari Lasih, salah seorang saksi mata di area Pengadilan, serangan ini berlangsung sangat cepat dan terindikasi kuat telah terorganisir sejak awal.

Kelompok massa yang diduga kuat merupakan bagian dari pihak keluarga korban tersebut tampaknya memang sudah menandai dan mengincar para Penasihat Hukum untuk dijadikan sasaran pelampiasan amarah.

Ketegangan mencapai puncaknya saat salah seorang pengacara senior sedang berjalan keluar menuju gerbang Pengadilan. Lasih mendengar salah satu anggota massa berteriak memprovokasi kelompoknya secara spesifik.

“Itu pengacara tua, kejar, gebukin!” teriak salah seorang dari kelompok massa tersebut seperti yang ditirukan oleh Lasih.

Teriakan provokasi tersebut langsung menyulut kelompok massa untuk melakukan penghadangan secara brutal.

Intimidasi verbal dengan cepat bereskalasi menjadi kontak fisik yang berujung pada aksi baku hantam di area publik Pengadilan saat Ilhamaganta dan timnya masih mengenakan toga kebesaran mereka.

Melihat keselamatan para advokat terancam, Aparat Kepolisian dan petugas pengamanan internal langsung bertindak cepat.

Petugas segera membuat barikade pagar betis untuk melerai bentrokan, menghalau amukan massa, serta mengevakuasi keempat pengacara ke area steril guna menghindari cedera yang lebih fatal.

Insiden ini memicu gelombang desakan terkait pentingnya jaminan keselamatan di lingkungan Peradilan. Demi berjalannya persidangan yang efektif, aman, dan objektif, ke depannya dinilai sangat perlu adanya pengamanan yang ekstra ketat dari pihak kepolisian dan otoritas Pengadilan.

Sterilisasi ruang sidang dan pengawalan melekat bagi Penegak Hukum mutlak dilakukan agar peristiwa intimidasi terhadap Penasihat Hukum seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

Merespons pengeroyokan dan serangan terencana ini, Ilhamaganta, SH menegaskan bahwa timnya akan mengambil langkah hukum tegas.

Mereka yang terancam berencana melaporkan para pelaku ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengeroyokan berencana dan tindakan contempt of court (penghinaan terhadap institusi Peradilan) serta pelanggaran terhadap UU Nomor: 18 Tahun 2003, tentang Advokat. (Ty)

Berita Terkait

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat
Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran
Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham
Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift
Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi
Ngamuk Tagih Uang Koran, Oknum Wartawan di Sukabumi Dibekuk Polisi
Hercules TNI AU Bawa Bantuan Presiden Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
Terjunkan Tim Alfa, TNI Percepat Penanganan Karhutla Way Kambas

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:18 WIB

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Senin, 14 September 2026 - 19:12 WIB

Lokasi TPS Liar Sempat Viral di Kebalen Siang Tadi Kebakaran

Selasa, 8 September 2026 - 15:36 WIB

Diduga Salah Obat, Ketua KBPP Polri Pematangsiantar Meninggal di RS. Efarina Etaham

Kamis, 3 September 2026 - 07:45 WIB

Viral CCTV Diduga Oknum Kades Dengan Politisi di Bekasi Bermesraan Dalam Lift

Rabu, 2 September 2026 - 11:11 WIB

Begini Akhir Nasib Wartawan Gadungan Peramps Ponsel Guru di Sukabumi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB